Pengerjaan Tol Sumut di Tebingtinggi dan Kuala Tanjung Terkendala Pembebasan Lahan

Abdullah Sani Hasibuan ยท Jumat, 17 Juli 2020 - 18:05 WIB
Pengerjaan Tol Sumut di Tebingtinggi dan Kuala Tanjung Terkendala Pembebasan Lahan
Ilustrasi jalan tol. (Foto: Antara)

TEBINGTINGGI, iNews.id - Pengerjaan jalan tol Sumatera Utara (Sumut), khususnya Tol Tebingtinggi-Serbelawan dan Kuala Tanjung-Indrapura terkendala pembebasan lahan. Banyak warga yang belum setuju atas biaya pergantian lahan untuk proyek tersebut.

"Kendala kami sebagian besar dari warga masih belum setuju dengan biaya ganti rugi sehingga banyak lahan-lahan yang belum bisa dikerjakan kontraktor," ujar Manager PT Waskita Karya (Persero) Area Sumut Ali Siburian saat Coffee Morning, Jumat (17/7/2020).

Menurutnya sampai saat ini pengerjaan proyek jalan tol masih pada lahan atau spot yang sudah bebas proses ganti rugi.

"Kami masih menunggu proses pembebasan lahan lainnya," kata Ali didampingi didampingi Project Manager Zona 1A Agus Herijanto dan Humas Sektor Kuala Tanjung-Indrapura.

Dia menjelaskan secara detai, tahapan atau progres untuk pengerjaan Tol Tebingtinggi-Serbelawan masih sekitar 49 persen. Kemudian Tol Kuala Tanjung-Indrapura 43 persen.

"Tentunya kami harapkan pengerjaan ini selesai sesuai dengan jadwal yang diberikan sehingga proyek tol ini bisa dinikmati masyarakat Sumatera Utara," ucapnya.

Rencananya, proyek tol ini akan difungsionalkan pada pertengahan 2021.

"Ya, doakan saja semoga proyek ini dapat berjalan dengan lancar sehingga manfaatnya dapat segera bisa dinikmati," kata Ali.

Di masa pandemi Covid-19, PT Waskita Karya juga menerapkan secara ketat protokol kesehatan. Selain mewajibkan memakai alat pelindung diri untuk keselamatan pekerja, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan, kemudian wajib masker serta penyemprotan disinfektan di lingkungan kerja dan tempat tinggal pekerja.

Dalam kesempatan tersebut, PT Waskita Area Sumut juga menyerahkan secara simbolis bantuan 90 paket sembako kepada warga yang terkena musibah banjir di Kota Tebingtinggi.


Editor : Donald Karouw