Penjelasan BBKSDA soal Makhluk Misterius Pengisap Darah yang Hebohkan Warga Taput

Stepanus Purba, Antara ยท Senin, 22 Juni 2020 - 18:03 WIB
Penjelasan BBKSDA soal Makhluk Misterius Pengisap Darah yang Hebohkan Warga Taput
Kepala Seksi BBKSDA Sumut Wilayah IV Tarutung, Manigor Lumbantoruan. (Foto: ANTARA/Rinto Aritonang)

TARUTUNG, iNews.id - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Wilayah IV Tarutung menyelidiki kematian ratusan ternak yang di Pargompulon, Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Hasil penyelidikan awal, makhluk misterius yang disebut pemangsa ternak dan mengisap darah ini diduga bukan binatang malam, namun juga dapat beraksi pada siang hari.

Kepala Seksi BBKSDA Sumut Wilayah IV Tarutung Manigor Lumbantoruan mengatakan, makhluk pemangsa ini teridentifikasi memiliki lima cakar. Hal ini berdasarkan sejumlah jejak yang ditemukan.

"Hasil penelitian sementara dari jejak cakar yang tertancap, pemangsa ini memiliki lima cakar," ujar Manigor didampingi sejumlah stafnya di lokasi kejadian, Minggu (21/6/2020).

Menurutnya, bekas cakaran tersebut ditemukan di permukaan tanah dan sejumlah media lainnya di sekitar lokasi kejadian.

"Namun untuk jenisnya, kami belum bisa menyimpulkan sebelum makhluk tersebut bisa ditemukan," katanya.

Dia menjelaskan, saat mangsanya masih kategori ternak ayam atau bebek, kemungkinan pemangsa jenis musang yang dimungkinkan sebagai dalang utama. Namun ketika mangsanya yakni ternak babi yang memiliki bobot berat hingga puluhan kilo, jenis beruang dimungkinkan sebagai pemangsanya.

Manigor mengakui masih terdapat kendala teknis dalam menyimpulkan identifikasi makhluk pemangsa tersebut. Karena sejumlah jejak yang ditinggalkan sudah mulai kabur. Dalam penyelidikan ini, mereka bahkan sampai menurunkan Tim Scorpion Fondation Indonesia dari Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, serta Tim Orang Utan Information Center (OIC) dari Sipirok, Tapanuli Selatan.

Untuk mengatasi kesulitan identifikasi secara manual, maka akan diturunkan alat video trap dan perangkap lebih canggih. Dan ini membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah desa dan dinas lingkungan hidup setempat.

"Jadi kesimpulan sementara, pemangsa ini bukan binatang malam yang hanya beraksi pada malam hari saja," katanya.

Sebelumnya, warga Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara dihebohkan dengan kematian ratusan ternak mereka. Ratusan ternak ini diduga mati karena dibunuh sesosok makhluk misterius yang belum diketahui jenisnya. Ternak ini dimangsa namun tidak dimakan dan hanya diisap darahnya.


Editor : Donald Karouw