Warga Taput Dihebohkan Kematian Ratusan Ternak, Diduga Dimangsa Makhluk Misterius

Stepanus Purba, Antara ยท Senin, 22 Juni 2020 - 12:08 WIB
Warga Taput Dihebohkan Kematian Ratusan Ternak, Diduga Dimangsa Makhluk Misterius
ilustrasi sosok misterius. (Foto: Istimewa)

TAPANULIUTARA, iNews.id - Warga Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara dihebohkan dengan kematian ratusan ternak mereka. Ratusan ternak ini diduga mati karena dibunuh sesosok makhluk misterius yang belum diketahui jenisnya.

Informasi yang dihimpun, sosok makhluk misterius ini bahkan mampu membunuh seekor babi yang memiliki berat hingga 25 kg. Tak hanya itu, babi tersebut diseret dari kandangnya hingga ke tepi sungai yang berjarak puluhan meter.

"Hingga sekarang, saya belum tahu makhluk apa yang membunuh ternak babi saya. Saat ditemukan, babi saya dipenuhi sejumlah luka tusuk dan cakaran di bagaian perut. Sepertinya dia hanya mau menghisap darah saja," kata Saut Situmorang, salah satu peternak babi yang menjadi korban keganasan makhluk misterius tersebut, Minggu (21/6/2020).

Tak hanya itu, mahluk misterius tersebut diyakini memiliki tubuh yang besar dan kuat. Pasalnya, jalinan besi yang dibuat warga untuk menjerat makhluk tersebut dapat dibengkokkan.

"Kami sudah mencoba jerat dengan jejari sepeda motor dengan umpan babi mati yang sebelumnya sudah dimangsa. Namun berhasil dibengkokkan oleh mahluk tersebut," kata Mangatur Hutasoit, salah seorang relawan perburuan mahluk misterius tersebut.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut Wilayah IV Tarutung, Tumanggor Lumbantoruan mengatakan pihaknya masih terus melakukan penelusuran terkait sosok pemangsa ternak warga. Dari hasil penelitian sementara, makhluk tersebut diketahui memiliki lima cakar.

"Dari hasil penelitian sementara berdasarkan jejak cakar yang tertancap, hewan tersebut diketahui memiliki lima cakar," kata Manigor, Senin (22/6/2020).

Namun saat ditanya terkait dengan sosok makhluk tersebut, dia mengatakan pihaknya masih belum mengetahuinya.

"Jenisnya belum bisa kita simpulkan sebelumnya makhluk tersebut bisa ditemukan," ucapnya.

Untuk memastikan mahluk tersebut, BBKSDA berencana memasang video trap dan perangkap yang lebih canggih. Namun hal tersebut akan dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah Desa dan Dinas Lingkungan Hidup setempat.

"Secepatnya kami akan pasang video trap dan perangkap," ujarnya.


Editor : Stepanus Purba