Petani 3 Desa di Batubara Takut Menanam Padi karena Tanggul Jebol

Dahris Matondang ยท Rabu, 10 Juni 2020 - 17:05:00 WIB
Petani 3 Desa di Batubara Takut Menanam Padi karena Tanggul Jebol
Kondisi tanggul di Sungai Bahapal dan Sungai Sei Tanjung yang terancam jebol karena abrasi. (Foto: iNews/Dahris Matondang)

BATUBARA, iNews.id - Abrasi air Sungai Bahapal dan Sungai Sei Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut), membuat tanggul penahan air terancam jebol. Kondisi ini membuat warga tiga desa yakni Desa Suka Raja, Desa Perkotaan, dan Desa Kampung Kelapa, Kecamatan Air Putih, takut untuk menanam padi di sawah mereka.

Akibatnya, ribuan hektare persawahan di tiga desa tersebut terancam menjadi lahan tidur karena tidak ditanami padi oleh para petani.

"Kami sebenarnya sudah lama ingin menanam bibit. Namun karena kondisi tanggul seperti ini, kami takut untuk menanam padi karena takut tanggulnya jebol," kata Abidin, salah satu petani yang memilih tidak menanam padi di sawah miliknya.

Abidin mengaku kehilangan mata pencaharian karenan tidak dapat menanam di sawah miliknya. Namun, pilihan itu terpaksa diambil untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

"Saya sebenarnya mau nanam. Tapi kalau tanggul jebol, pasti gagal panen karena sawah pasti banjir. Kalau begitu kerugian menjadi lebih besar," ujarnya.

Abidin bersama dengan ratusan petani dari tiga desa berharap pemerintah segera memperbaiki kondisi tanggul di Sungai Bahapal dan Sungai Sei Tanjung.

"Kami berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul ini agar kami tidak takut untuk berladang. Ini harapan kami apalagi mata pencaharian kami hanya dari sawah ini," ucapnya.

Sementara itu, Petugas Irigasi UPT I Indrapura, Antan Janjibar yang memantau kondisi tanggul mengaku pihaknya sudah mengirim surat terkait kondisi tanggul ke Pemerintah Provinsi Sumut. Namun demikian, dia mengatakan perbaikan tanggul ini baru akan dilaksanakan pada tahun 2021.

"Kami sudah melaporkan ke UPT yang ada di Kisaran. Kalau untuk tahun paket perbaikannya tidak ada. Kita akan usahakan di tahun 2021 mendatang," katanya.


Editor : Stepanus Purba