Polisi Amankan 10 Napi Rutan Kelas II B Kabanjahe yang Diduga Provokator Kerusuhan

Stepanus Purba ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 01:35 WIB
Polisi Amankan 10 Napi Rutan Kelas II B Kabanjahe yang Diduga Provokator Kerusuhan
Situasi Rutan Kelas II B Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumut, pascakerusuhan Rabu (12/2/2020). (Foto:Istimewa )

KARO, iNews.id – Polda Sumatera Utara (Sumut) telah mengamankan 10 orang narapidana yang diduga menjadi provokator kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kabanjahe, Kabupaten Karo, Rabu (12/2/2020). Saat ini ke-10 napi itu masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Karo.

“Ke-10 napi itu akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan tuduhan perusakan secara bersama-sama,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Rabu (12/2/2020).

Martuani mengatakan, kerusuhan itu berawal saat petugas memberikan sanksi kepada napi yang melanggar disiplin. Namun ternyata para napi melakukan perlawanan dan memprovokasi rekan-rekannya.

“Sebagaimana dalam teori kelompok bahwa mereka sangat tinggi solidaritasnya dan itulah yang memicu mereka untuk melawan dan membuat kerusuhan sekaligus,” kata Martuani.

Diketahui, Rutan Kelas II B Kabanjahe rusuh, Rabu (12/2/2020). Kerusuhan diduga bermula razia yang dilakukan petugas rutan dan mendapat penolakan dari para napi. Warga binaan menentang penggeledahan kamar tahanan oleh petugas dan membakar gedung perkantoran rutan tersebut.

Kronologi kejadian bermula saat ada napi dari tahanan berteriak-teriak dan menyerang petugas pada pukul 12.00 WIB. Napi lain terprovokasi dan selanjutnya bergerak ke depan gedung perkantoran melakukan pemberontakan dan pembakaran.

Pemicu diduga berawal dari rasa tak terima sejumlah napi atas upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan petugas Rutan Kabanjahe. Sebelumnya, petugas menggeledah kamar tahanan dan menemukan sabu seberat 30 gram milik empat napi pada Rabu (8/1/2020).

Hasil pengembangan, sabu tersebut diperoleh napi dari pegawai atas nama Tio Sukmahadi dan Muhammad Angga Primana yang merupakan oknum ASN. Selanjutnya keempat napi dan dua pegawai ditetapkan tersangka. Mereka ditahan di Polres Tanah Karo.

Pascakejadian, Kepala Rutan Kabanjahe hampir setiap hari menggeledah kamar tahanan hingga akhirnya empat napi dan dua pegawai yang ditetapkan tersangka dikembalikan ke Rutan Kelas IIB Kabanjahe pada Selasa (11/2/2020).

Keempat napi ini kemudian memprovokasi tahanan lain untuk menentang penggeledahan secara terus-menerus. Puncaknya pada Rabu (12/2/2020), mereka memberontak hingga napi lain ikut terprovokasi dan membakar rutan.


Editor : Maria Christina