Polisi Bongkar Sindikat Pemalsuan STNK di Tanjungbalai

Stepanus Purba ยท Senin, 08 Juni 2020 - 10:49 WIB
Polisi Bongkar Sindikat Pemalsuan STNK di Tanjungbalai
Kedelapan tersangka saat diamankan di Mapolres Tanjungbalai, Minggu (7/6/2020). (Foto: istimewa)

TANJUNGBALAI, iNews.id - Personel Satreskrim Polres Tanjungbalai membongkar sindikat pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepeda motor di Kota Tanjungbalai. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan delapan orang tersangka.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, kedelapan orang yang ditangkap berinsial MS alias Sabri (28); L alias Ilus (36); RW alias Yudi (39); AS (52); A alias Andre Juntak (25); Mi alias Ikbal (24); BS alias Burek (35) dan HFL alias Koling (42).

"Dari tangan mereka, diamankan STNK palsu yang sudah dicetak sebanyak 168 buah, 65 STNK yang sudah dicetak tapi belum dipotong, 3 unit sepeda motor, 100 plastik STNK, alat pencetak STNK palsu, alat scan, dan gulungan kertas," kata Putu, Senin (8/6/2020).

Dia menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari ditangkapnya tersangka Sabri yang menjual motor Yamaha RX King bodong dengan kelengkapan surat hanya 1 STNK palsu pada Kamis (4/6/2020) sore.

"Jadi dari pemeriksaan diketahui tersangka Sabri mendapatkan STNK palsu dari temannya Ilus dengan membeli seharga Rp500.000," ucap Putu.

Berawal dari keterangan Sabri, personel Satreskrim Polres Tanjungbalai kemudian melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tersangka Ilus.

"Berdasarkan keterangan tersangka Ilus, STNK Bodong tersebut dicetak oleh rekannya Yudi dengan imbalan sebesar Rp150.000," ujar Putu.

Tak berhenti sampai disini personel Polres Tanjungbalai terus melakukan pengembangan dan mengamankan tersangka lain yang terlibat pembuatan STNK palsu ini. seluruhnya ada delapan tersangka yang dibekuk.

Akibat perbuatannya, tujuh orang tersangka yakni MS, RW, L, A, MI, BS, HFL akan dikenakan Pasal 264 ayat (1) dan (2) subs 263 ayat (1) dan (2) Jo 55 Ayat (1) ke 1, 56 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman selama-lamanya delapan tahun.

"Sedangkan untuk tersangka AS dipersangkakan Pasal 264 ayat 1 dan ayat 2 subs 263 ayat 1 dan atau pasal 480 dari KUHPidana, dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara," ucapnya.


Editor : Stepanus Purba