Polisi Buru 8 Pelaku Bentrokan Warga di Tapanuli Selatan

Ahmad Ridwan Nasution · Rabu, 03 Juni 2020 - 08:48 WIB
Polisi Buru 8 Pelaku Bentrokan Warga di Tapanuli Selatan
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja (iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

TAPSEL, iNews.id - Polisi masih mengejar delapan orang tersangka bentrokan warga Desa Benteng Huraba dan Desa Pintu Padang, Kecamatan Batang Angkola Tapanuli Selatan (Tapsel) pekan lalu. Sebelumnya Polisi sudah menahan tujuh orang tersangka terkait kasus kerusuhan kedua desa tersebut.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan Polres Tapsel sudah menetapkan 15 orang tersangka kerusuhan. Ke-15 orang yang ditetapkan tersangka yakni provokator, pelaku pembakaran hingga penganiayaan.

"Tujuh sudah diamankan di Mapolres Tapsel, delapan lainnya masih dalam pengejaran petugas," kata Tatan, Selasa (3/6/2020).

Dia mengimbau kepada para tersangka yang melarikan diri untuk menyerahkan diri kepada petugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kami imbau untuk serahkan diri," kata Tatan.

Tatan mengatakan saat ini situasi di lokasi sudah berangsur-angsur kondusif dan tidak terjadi lagi bentrokan susulan. Namun demikian, untuk mengantisipasi kejadian susulan, penjagaan ketat masih dilakukan disekitar lokasi.

"Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, petugas dari Polres Tapsel dibantu TNI dan BKO Brimob Polda Sumut masih berjaga di lokasi," kata tatan

Diketahui, warga Desa Benteng Huraba dan Desa Pintu Padang, Kecamatan Batang Angkola, Tapsel, terlibat bentrokan, Selasa (26/5/2020) malam. Akibatnya, empat orang warga mengalami luka-luka. Selain itu, satu rumah dan sepeda motor warga di Desa Pintu Padang dibakar orang tak dikenal saat bentrokan.

Bentrokan warga kedua desa ini mereda setelah personel dari Polres Tapsel dibantu personel TNI turun ke lokasi.

Dari informasi yang dihimpun, bentrokan berawal dari anak-anak kedua desa bermain tembak-tembakan saat perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Diduga salah paham, terjadi perkelahian di antara mereka hingga berujung bentrokan antarwarga kedua desa.

"Berawal dari anak-anak yang bermain tembak-tembakan dan ditegur oleh masyarakat yang ada di Desa Pintu Padang. Namun teguran tersebut tidak diterima hingga berujung cekcok," kata Kapolres Tapsel, AKBP Roman Smaradan, Selasa (26/5/2020) malam.

Usai terjadi cekcok, ratusan warga dari Desa Benteng Huraba kemudian kembali datang ke lokasi cekcok hingga terjadi bentrokan.

"Saat bentrokan, satu rumah warga di Desa Pintu Padang dan satu sepeda motor dibakar massa," ucapnya.


Editor : Stepanus Purba