Polisi di Medan Ini Sukses Budidaya Kerang hingga Tembus Pasar Internasional

Sadam Husin ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 10:53 WIB
Polisi di Medan Ini Sukses Budidaya Kerang hingga Tembus Pasar Internasional
Bripka Abdul Kadir, anggota Ditpolair Polda Sumut di lokasi tambak kerang batu di Medan Marelan. (Foto: iNews/Sadam Husin)

MEDAN, iNews.id - Bripka Abdul Kadir, anggota Polda Sumatera Utara (Sumut) ini sukses budidaya kerang di tambak yang berada dalam kawasan Hutan Mangrove binaan Ditpolair Polda Sumut. Hasil panennya bahkan mampu menembus hingga pasar internasional.

Selepas bertugas, Bripka Abdul Kadir yang dinas di Ditpolair Polda Sumut langsung menaiki sampan kecil dengan membawa keranjang menuju lokasi tambak di Jalan Young Panah Hijau, Medan Marelan. Dia masuk ke dalam air dan menyelam di lokasi pembibitan kerang.

Tak berapa lama dia muncul ke permukaan dengan menggenggam sejumlah kerang batu atau kerang darah yang dalam bahasa latin bernama anadara granosa. Selanjutnya dia mengisi keranjang tersebut dengan kerang yang telah siap dipanen.

Bripka Abdul Kadir menceritakan, awal dirinya membudidayakan kerang ini hanya coba-coba. Dia membeli bibit kerang dari seorang temannya dan menekuni hobinya tersebut menjadi usaha sampingan. Selama sembilan tahun, dia menjalankan membuddayakan kerang hingga sedikit demi sedikit panennya meningkat, meski tak jarang pernah juga merasakan kegagalan.

"Dulu pernah waktu pengiriman karena lokasinya jauh, begitu sampai kerangnya sudah mati semua. Itu menjadi pengalaman," katanya, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, harga kerang hidup masih di atas kondisi yang telah mati. Pembeli juga banyak yang menginginkan kerang diantar dalam kondisi hidup.

Dari kegagalan itu dia mulai mempelajari kesalahan dan menjadikannya sebagai batu lonjatan untuk lebih semangat lagi dalam mengembangkan usaha tersebut. Hasilnya kini, kerang hasil budidayanya sudah menembus pasar internasional. Permintaan datang dari Malaysia, Thailand hingga china.

"Untuk penjualan pasar internasional memang harga jualnya lebih tinggi. Namun memang pembeli di sana selektif dan berdasarkan kuota. Jadi mereka meminta kesiapan kita untuk mampu produksi sekian ton dalam sehari, ini yang kadang menjadi kendala," katanya.

Namun menurutnya, saat ini sudah banyak agen yang mencari kerang hasil budidaya. Tak jarang melalui para agen tersebut kerang miliknya dipasarkan ke luar negeri.

Bripka Abdul Kadir mengungkapkan, dia tak segan berbagi ilmu kepada warga dan rekan seprofesinya yang memasuki masa purnatugas. Dia mendorong mereka juga tergerak untuk ikut mengembangkan budidaya kerang.

"Kami juga menggandeng masyarakat sekitar dengan membangun kelompok nelayan. Nantinya akan dijalankan masyarakat setempat untuk membantu perekonomian bila sudah siap panen," katanya.


Editor : Donald Karouw