Polisi Ungkap Peredaran Sabu 1 Kg di Medan, Pengedar Tewas Ditembak

Stepanus Purba ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 18:28 WIB
Polisi Ungkap Peredaran Sabu 1 Kg di Medan, Pengedar Tewas Ditembak
Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko saat memberikan keterangan pers terkait pengungkapan penyelundupan 1 kg sabu, Rabu (3/6/2020). (Foto: istimewa)

MEDAN, iNews.id - Personel Satresnarkoba Polrestabes Medan berhasil mengungkap peredaran satu kg sabu di Jalan Sisingamangaraja km 8,5, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan medan Amplas, Kota Medan, Selasa (2/6/2020). Dalam pengungkapan ini, polisi menembak mati seorang pengedar narkoba MJ (22) karena berusaha melukai petugas dengan menggunakan pisau saat proses pegembangan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan pengungkapan berawal saat petugas mendapatkan informasi terkait keberadaan seorang tersangka yang berusaha menyelundupkan sabu menuju Kota Jambi dari Medan. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti polisi dengan menyelidiki keberadaan tersangka.

Saat melakukan penyelidikan, polisi mendapatkan informasi tersangka berinisial MJ warga Kompleks Royal Monaco, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor berada di halte Fly Over Amplas tengah berada di halte bus Jalan Sisimangaraja km 8,5 untuk menunggu bus. Tak mau membuang kesempatan, polisi kemudian menangkap terhadap MJ.

"Dari tangan tersangka, kita berhasil mengamankan sabu seberat 1 kg dalam kemasan makanan ringan," kata Riko, Rabu (3/6/2020).

Di saat petugas menemukan barang bukti, tersangka kemudian melakukan perlawanan dengan menggunakan pisau yang ada di pinggangnya hingga membahayakan nyawa petugas.

"Personel kemudian memberikan tindakan tegas, keras dan terukur berupa tembakan dengan menembak dada tersangka hingga meninggal dunia," ucap Riko.

Berdasarkan penyelidikan petugas, MJ merupakan bagian dari jaringan penyelundupan narkoba Malaysia-Indonesia.

"Jaringan ini menggunakan modus jalur laut dan jalur darat. Kita juga terus mengembangkan jaringan ini. Karena kita yakini masih ada tersangka lainnya," ucapnya.


Editor : Stepanus Purba