Puluhan Ribu Babi Mati karena ASF, Gubernur Sumut Kaji Upaya Pemusnahan

Stepanus Purba ยท Jumat, 20 Desember 2019 - 14:20 WIB
Puluhan Ribu Babi Mati karena ASF, Gubernur Sumut Kaji Upaya Pemusnahan
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi (Foto: Stephanus/iNews)

MEDAN, iNews.id - Kematian puluhan ribu babi di 17 wilayah Sumatera Utara disebabkan oleh African Swine Fever (ASF). Hal ini diketahui melalui Surat Keputusan yang diteken Menteri Pertanian Indonesia, Syahrul Yasin Limpo.

Surat Keputusan dengan Nomor 820/KPTS/PK.320/M/12/2019 tentang pernyataan wabah penyakit demam babi afrika (African Swine Fever) itu diteken Menteri Yasin Limpo pada tanggal 12 Desember 2019

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menegaskan, pihaknya akan berhati-hati dalam menentukan sikap. Ada kemungkinan pihaknya akan melakukan pemusnahan.

"Berarti sikap kita akan berbeda, mungkin sampai tahap pemusnahan, kalau itu benar-benar suatu keputusan," kata Edy Rahmayadi di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (20/12/2019).

Edy menambahkan, pemprov akan mempelajari keputusan dari Menteri Pertanian secara akademis. Dia mengingatkan kepada warga agar tidak memelihar babi sampai wabah ASF ini mereda.

"Konsekuensinya ya sampai wabah itu habis nanti baru boleh lagi pengadaan pemeliharaan khususnya pada babi," imbuhnya.

Lebih lanjut Edy menuturkan, akan lebih berhati-hati dalam membeli babi untuk ganti warga. Menurutnya, wabah ini merupakan msibah.

"Dengan demikian nanti (diperhatikan) babi dimasukan dari mana-mana. Ini adalah musibah untuk kita," terangnya.

Untuk diketahui, tercatat sudah 29.223 ekor babi mati di 17 wilayah di Sumut, antara lain di Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Karo, Toba Samosir.

Kemudian di wilayah Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Langkat, Mandailing Natal, Tebingtinggi, Pematang Siantar dan Kota Medan.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto