Putranya Jadi Eksekutor Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Ini Ungkapan Kesedihan Ibu Reza

Stepanus Purba ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 16:25 WIB
Putranya Jadi Eksekutor Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Ini Ungkapan Kesedihan Ibu Reza
Rini Siregar, ibu tersangka Reza Fahlevi, menangis saat menceritakan sosok putranya di matanya. (Foto: iNews/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Kesedihan mendalam dirasakan oleh Rini Siregar, ibunda dari Reza Fahlevi, salah satu eksekutor dari pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin. Rini tidak pernah menyangka anak yang dikenalnya sosok penyayang itu, tega menghabisi nyawa Jamaluddin.

“Syok. Saya tidak tidak percaya anak saya bisa melakukan itu. Penyayang dia. Karena itu saya tidak tahu kenapa dia bisa terlibat seperti itu,” kata Rini saat ditemui di rumahnya di Jalan Anyelir no 4, Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Selasa (21/1/2020).

Sambill menangis, Rini mengungkapkan anaknya seorang yang berhati lembut. Bahkan, terhadap terhadap hewan sekali pun. “Makanya saya heran, kok bisa gitu. Tanya semua orang di kompleks ini dia (Reza) itu pribadinya seperti apa,” kata Rini.

 

BACA JUGA:

Polda Sumut Tuntaskan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Terungkap, Begini Cara Tersangka Hilangkan Barang Bukti Pembunuhan Hakim Jamaluddin

 

Rini juga mengatakan, anaknya Reza merupakan tulang punggung keluarga. “Anak saya itu lah yang bertanggung jawab atas kehidupan saya. Ayahnya sudah 10 tahun gak ada (meninggal dunia),” ujar Rini.

Tak hanya itu, Rini juga mengaku tidak menaruh curiga kepada Jefri Pratama, yang juga abang Reza meskipun dari lain ibu. Menurutnya, Jefri kerap datang ke rumah mereka untuk bersilaturahmi.

“Abangnya sering datang ke sini, tapi tidak tahu. Kan mereka abang adek. Jadi kan wajar kalau anak mendatangi orang tuanya,” ujarnya.

Walaupun terlibat dalam kasus pembunuhan, Rini berharap majelis hakim melihat sisi baik anaknya Reza, saat menjatuhkan hukuman nanti. “Saya berharap majelis hakim nanti dapat memberikan hukuman yang ringan kepada anak saya,” katanya.


Editor : Maria Christina