Bupati Taput Nikson Nababan Minta Ternak yang Dibunuh Makhluk Misterius Diautopsi

Stepanus Purba ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 10:03 WIB
Bupati Taput Nikson Nababan Minta Ternak yang Dibunuh Makhluk Misterius Diautopsi
Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan (tengah). (Foto: istimewa)

TAPUT, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) terus menyelidiki makhluk misterius yang membunuh ratusan ternak warga di Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborong-borong. Untuk memastikan penyebab kematian ratusan ternak tersebut, Bupati Nikson Nababan memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengautopsi ratusan ternak tersebut.

"Saya sudah perintahkan Dinas Lingkungan Hidup membuat surat edaran apabila ditemukan lagi binatang yang menjadi korban untuk segera dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. Ini agar diketahui lukanya disebabkan sayatan benda tajam atau binatang buas," kata Nikson, Kamis (25/6/2020).

Autopsi dilakukan untuk memastikan secara ilmiah penyebab kematian dari hewan tersebut.

"Kalau binatang lama sudah dikubur, kalau kami ambil sudah agak susah forensiknya. Kalau ada binatang baru (mati dibunuh) saya sudah instruksikan segera diambil, lalu dibawa ke instalasi forensik rumah sakit. Jadi bisa diketahui secara ilmiah penyebabnya kematiannya," ucap Nikson.

Bupati mengimbau kepada masyarakat agar tidak sembarang memposting berita kematian ratusan ternak tersebut yang dapat menyebabkan keresahan. Dia meminta semua pihak untuk bersabar sampai instansi terkait dapat memastikan makhluk yang membunuh ratusan ternak tersebut.

"Makanya, kami teliti dan selidiki dulu sehingga didapatkan penyebab yang pasti hewan tersebut matinya kenapa," ucapnya.

Diketahui, sejak Jumat (19/6/2020) ratusan ternak di Desa Pohan Tonga mati dengan kondisi mengenaskan. Ratusan ternak tersebut mati dengan kondisi luka cakar dan darahnya diisap.

Pemkab Taput telah memasang kamera trap di beberapa titik untuk mencari tahu siapa pelakunya. Selain itu juga pihaknya telah membentuk tim yang terdiri atas TNI, Polisi, BKSDA dan masyarakat untuk mencari makhluk misterius tersebut.


Editor : Stepanus Purba