Sopir Zuraida Hanum Mengaku 5 Kali Diminta Terdakwa untuk Bunuh Hakim Jamaluddin

Adi Palapa Harahap, Ahmad Ridwan Nasution ยท Jumat, 08 Mei 2020 - 13:03 WIB
Sopir Zuraida Hanum Mengaku 5 Kali Diminta Terdakwa untuk Bunuh Hakim Jamaluddin
Sidang lanjutan pembunuhan Hakim Jamaluddin di PN Medan, Jumat (8/5/2020). (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

MEDAN, iNews.id - Sidang pembunuhan Jamaluddin kembali bergulir di Pengadilan Negeri Medan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Jumat (8/5/2020). Saksi yang dihadirkan yakni Liber Junianto Hutasoit, mantan sopir terdakwa Zuraida Hanum, sekaligus istri Jamaluddin yang merupakan hakim di PN Medan.

Dalam kesaksiannya, Juniarto mengaku pernah lima kali diminta terdakwa untuk membunuh Hakim Jamaluddin. Namun seluruh permintaan terdakwa ditolak saksi dengan alasan tidak tega.

Zuraida yang hadir dalam sidang virtual tak menampik kesaksian mantan sopir pribadinya. Namun dia membantah pernah menyuap saksi Rp100 juta untuk mencabut keterangan tersebut.

Dalam penyampaiannya, saksi yang bertugas sebagai sopir pribadi mengaku sering menjadi tempat curhat Zuraida. Terdakwa beberapa kali mengutarakan keinginan untuk membunuh suaminya tersebut.

"Alasannya karena merasa sakit hati suaminya sering selingkuh dan memperlakukannya dengan kasar," ujar saksi saat ditanya Majelis Hakim PN Medan dalam persidangan.

Saksi mengungkapkan, awalnya terdakwa meminta dia untuk mengawasi kegiatan korban dan memastikan jika suaminya berselingkuh. Sekitar pertengahan 2019, terdakwa kembali meminta kepada saksi untuk membantu membunuh suaminya, namun dia menolak.

Majelis Hakim kemudian menanyakan kepada saksi, benar dia lima kali diminta terdakwa untuk membunuh Jamaluddin.

"Iya lima kali. Seluruhnya saya tolak karena tidak tega," katanya.

Setelah kematian Hakim Jamaluddin, saksi mengaku Zuraida sempat menyogok dirinya saat proses pemeriksaan BAP di kepolisian. Terdakwa menawarkan uang Rp100 juta agar Junianto mencabut keterangan soal rencana membunuh suaminya tersebut. Saksi mengaku awalnya sempat mempertimbangkan tawaran terdakwa, namun karena tidak ada kejelasan, dia tetap bertahan pada keterangannya.

Sebelumnya, Zuraida bersama dua terdakwa lainnya Reza Fahlevi dan Jefri Pratama ditetapkan tersangka atas pembunuhan Hakim Jamaluddin pada November 2019 silam. Kasus ini menyita perhatian publik dan diungkap Polda Sumut pada Januari 2020. Mereka bersekongkol membunuh korban dengan cara membekap dan membuang mayatnya di daerah perkebunan di Deliserdang.


Editor : Donald Karouw