Sumut Perpanjang PPKM Mikro 12 Daerah hingga 20 Juli, Medan dan Sibolga Masuk Level 4

Wahyudi Aulia Siregar · Rabu, 07 Juli 2021 - 10:55:00 WIB
Sumut Perpanjang PPKM Mikro 12 Daerah hingga 20 Juli, Medan dan Sibolga Masuk Level 4
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memberikan keterangan. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Edy Rahmayadi kembali memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk 12 kabupaten kota hingga 20 Juli mendatang. Aturan ini tertuang dalam Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/26/INST/2021 tanggal 5 Juli 2021. 

Bila sebelumnya hanya 10 kabupaten/kota yang memberlakukan PPKM mikro yaitu Kota Medan, Binjai, Tebingtinggi, Pematangsiantar, Kabupaten Deliserdang, Serdangbedagai, Simalungun, Langkat, Karo, Dairi. kini bertambah dua daerah, yakni Kota Padangsidimpuan dan Sibolga. Dua dari 12 kabupaten kota tersebut masuk level 4 Covid-19 yaitu, Medan dan Sibolga.

Medan dan Sibolga masuk kriteria level 4 karena ada lebih 30 orang per 100.000 penduduk dalam satu minggu dirawat di Rumah Sakit (RS) karena Covid-19. Kemudian ada lebih dari 5 kasus kematian per 100.000 penduduk dan lebih dari 150 kasus aktif per 100.000 penduduk dalam rentang dua minggu.

“Instruksi Gubernur tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM Mikro dan pengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan keluarahan,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Irman Oemar, Rabu (7/7/2021).

Untuk Kota Medan yang masuk ke kategori level 4, diminta melakukan paling tidak 406 tes suspek Covid-19 per hari dan Sibolga 129 tes. Hal ini berdasarkan ketentuan yang diberikan Satgas Penanganan Covid-19, bila positivity rate di bawah 5 persen, harus dilakukan tes 1 suspek per 1.000 penduduk per minggu. Di atas 5 persen hingga 15 persen dilakukan 5 tes per 1.000 penduduk per minggu, 15 persen hingga 25 persen dilakukan 10 tes per 1.000 penduduk per minggu. Kemudian di atas 25 persen dilakukan 15 tes per 1.000 penduduk.

Sementara kegiatan perkantoran/tempat kerja pada zona merah, pembatasan dilakukan dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75 persen, Work From Office (WFO) 25%. Selain zona merah, pembatasan dilakukan dengan menerapkan WFH 50 persen dan WFO 50 persen.

Untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada kabupaten kota yang berada di zona merah dilaksanakan secara daring (online). Lalu kabupaten kota selain zona merah dilaksanakan sesuai dengan pengaturan teknis dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan, mal dan pusat perdagangan, diterapkan pembatasan jam operasional sampai pukul 17.00 WIB. Pembatasan kapasitas pengunjung sebesar 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. Begitu juga dengan warung makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan lain-lain.

“Tidak hanya itu, Bupati dan Wali Kota diminta agar mengantisipasi potensi kerumunan yang mungkin terjadi selama PPKM di daerah masing-masing. Baik itu yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi, maupun yang dapat melanggar protokol kesehatan,” kata Irman, yang juga Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Sumut.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsSumut di Google News

Bagikan Artikel: