Tanam Padi Varietas Lokal, Petani di Tapanuli Selatan Mampu Panen 8 Ton per Hektare
SIPIROK, iNews.id - Panen padi varietas lokal Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) mencapai 8,56 ton per hektare. Jumlah panen ini meningkat sekitar 20 persen dibanding periode sebelumnya.
Kepala Seksi Data dan Informasi Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Yenni Lubis mengatakan, jumlah panen pada periode sebelumnya berjumlah 6,6 ton per hektare.
"Gabah kering didapat setelah menggunakan pupuk non-subsidi urea 50 kilogram (kg) dan Amapos 50 kg," kata Yenni Sabtu (20/6/2020).
Dengan didampingi Petugas penyuluh Lapangan (PPL), Baringin Rahdian Pakpahan, Yenni mengatakan pemupukan pertama umur 45 hari setelah tanam. Selanjutnya tanaman diberi dan super vit 3 kg setelah padi umur 90 hari.
Menurutnya, aturan tersebut sesuai arahan Pemprov Sumut untuk menjaga atau mempertahankan hasil panen agar maksimal. Petani juga diharapkan mengubah jarak tanam dengan sistem legowo 4:1.
"Jumlah rumpun akan lebih banyak dibanding dengan yang dilakukan petani sekarang dengan sistem teras 20 sentimeter (cm) kali 35 cm," katanya.
Dia berharap, dengan selesainya panen tersebut, petani terus menanam padi untuk menggenjot luas tambah tanam dalam rangka mendukung ketahanan pangan. Hal itu perlu dilakukan di tengah pandemi Covid-19 serta mendukung visi misi Tapanuli Selatan mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
Hasil panen varietas padi lokal Siporang Sipirok ini bisa dikatakan tidak kalah dengan varietas padi yang berasal dari luar seperti Ciherang, Inpari, Mikongga dan IR 64.
Editor: Umaya Khusniah