Terungkap, KPPU Temukan Masih Ada Harga PCR di Atas Rp525.000 di Sumut

Wahyudi Aulia Siregar · Rabu, 25 Agustus 2021 - 12:04:00 WIB
Terungkap, KPPU Temukan Masih Ada Harga PCR di Atas Rp525.000 di Sumut
Ilustrasi tes PCR. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan masih ada layanan pemeriksaan swab Polymerase Chain Reaction (PCR) yang tidak sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET). Pemerintah sebelumnya telah menetapkan batas atas tes PCR sebesar Rp525.000.

Seperti di Sumatra Utara (Sumut), hasil survei yang dilakukan KPPU ke klinik dan rumah sakit yang menyediakan layanan PCR, masih ada yang menetapkan harga di atas ketentuan tersebut. 

"Kebanyakan memang sudah turun, tapi masih ada yang memberlakukan di atas harga itu," ujar Kepala KPPU Kantor Wilayah (Kanwil) I Ridho Pamungkas, Rabu (25/8/2021).

Dia mengaku akan terus memantau dan mengawasi khusus kepada penyedia layanan PCR dengan harga di atas HET tersebut. 

"Kita perlu lagi melakukan penelitian, apakah harga di atas HET itu ada servis tambahan diberikan," kata Ridho.

Kemudian, apakah harga swab di atas HET melihat dari kecepatan hasil tes keluar.

Bukan tanpa alasan, dia menyebut harga Rp525.000 dengan hasil keluar 1 x 24 jam. Kemudian ada juga yang hasil keluar 4 jam namun dengan harga dibanderol mencapai Rp1 juta.

"Ini menjadi pengawasan kami dan KPPU melakukan pengawasan di masing-masing wilayah kerja," katanya.

Ridho mengatakan, terkait dengan kecepatan keluarnya hasil swab PCR itu merupakan pelayanan ekstra. Tapi, menurutnya harganya harus sesuai dengan HET, tidak boleh menetapkan harga sendiri.

"Penyedia layanan ini (harga di atas HET) akan kami panggil dalam waktu dekat. KPPU akan mempertanyakan kenapa harga masih di atas HET," ucapnya.

KPPU mengakui ada dagang atau bisnis dalam penyediaan layanan swab PCR. Apalagi, tes ini bukan saja untuk kepentingan medis saja, tetapi menjadi syarat utama untuk perjalanan menggunakan pesawat terbang yang ditetapkan pemerintah.

"Jangan bermain-main harga dan memanfaatkan kondisi ini untuk mencari keuntungan berlebih," katanya.

Ridho tidak mempermasalahkan soal 'perang harga' murah atau promo diberikan maskapai penerbangan untuk swab PCR bagi calon penumpang. Selama tidak merugikan masyarakat, tidak jadi masalah.

"Ada keuntungan berlebih menjadi pengawasan kita. Kalau kami memandang tidak ada masalah (harga swab PCR diberikan maskapai penerbangan). Apalagi, promo dipaketkan dengan harga tiket pesawat. Kecuali perang harga, untuk menyingkirkan pesaing, itu yang tidak boleh," kata Ridho.

Selain itu, Ridho mengungkapkan KPPU bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi melakukan pengawasan terhadap obat Covid-19 di Kota Medan maupun daerah lainnya di Sumut.

"Obat Covid-19 memang mekanisme diperuntukkan bagi pasien yang kondisinya kritis dan sudah di rumah sakit. Bila dijual bebas di apotek, harus pakai resep dokter dan permintaan," ujar Ridho.

Dia menambahkan, untuk pengawasan obat Covid-19, harga dijual kepada masyarakat masih sesuai dengan HET ditetapkan pemerintah.

"Untuk saat ini (obat Covid-19) aman," katanya.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: