Tolak Pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja, Ratusan Mahasiswa dan Pelajar Blokir Jalan di Medan

Ahmad Ridwan Nasution · Kamis, 08 Oktober 2020 - 14:14:00 WIB
Tolak Pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja, Ratusan Mahasiswa dan Pelajar Blokir Jalan di Medan
Ratusan pelajar dan mahasiswa menggelar unjuk rasa di perempatan Jalan Brigjen Katamso-Simpang Juanda, Kamis (8/10/2020). (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

MEDAN, iNews.id - Ratusan mahasiswa dan pelajar menggelar aksi unjuk rasa menolak pengesahan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). Massa memblokir perempatan Jalan Juanda dan Jalan Sisingamangaraja serta Simpang Jalan Juanda dan Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan.

Dalam aksinya, massa meminta pemerintah dan DPR mencabut Undang-Undang Cipta Kerja yang disahkan pada 5 Oktober 2020 lalu. Tak hanya itu, sejumlah massa mengucapkan umpatan-umpatan kasar kepada DPR sebagai bentuk protes mereka terhadap pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja.

Mereka menilai pengesahan undang-undang tersebut sarat dengan kepentingan pengusaha dan tidak berpihak kepada pekerja dan masyarakat. Selain itu, keberadaan undang-undang tersebut juga di khawatirkan akan memicu kerusakan lingkungan.

"Kami menilai bahwa produk hukum yang diterbitkan pemerintah saat ini memberikan dampak buruk bagi masyarakat kecil," ucap Cireng salah satu koordinator aksi.

Dia mengatakan, massa mahasiswa dan pelajar nantinya akan bergerak menuju DPRD Sumut untuk bergabung dengan kelompok lain yang menggelar unjuk rasa.

Selain mengelar orasi, massa juga membakar ban bekas serta mencoret-coret badan jalan sebagai bentuk protes.

Akibat aksi ini, kemacetan lalu lintas terjadi di seputaran Jalan Sisingamangaraja, Juanda, dan Brigjen Katamso. Sejumlah pengendara terpaksa memutar balik kendaraan mereka karena ruas jalan di blokade massa aksi.

Editor : Stepanus Purba