Trauma, Korban Asusila Kepala Panti Asuhan di Medan Pingsan saat Sidang

Ahmad Ridwan Nasution ยท Rabu, 15 Juli 2020 - 17:04 WIB
Trauma, Korban Asusila Kepala Panti Asuhan di Medan Pingsan saat Sidang
Sidang kasus asusila dengan terdakwa kepala panti asuhan yang berlangsung tertutup di PN Medan. (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

MEDAN, iNews.id - Pengadilan Negeri Medan menangani kasus asusila dengan terdakwa Kepala Panti Asuhan Simpang Tiga, Rabu (15/7/2020) sore. Korban yang dihadirkan sebagai saksi datang dengan memakai kursi roda.

Sidang kali ini beragendakan keterangan saksi dan berlangsung tertutup. Majelis Hakim menghadirkan lima orang saksi, termasuk WL yang menjadi korban asusila.

Selama menjalani persidangan, korban sempat tidak sadarkan diri. Dia pingsan akibat trauma karena telah menjadi korban tindakan asusila dari terdakwa selama kurang lebih tujuh tahun.

Jaksa Penuntut Umum Robert Silalahi mengatakan, terdakwa berinisial ES selain menjabat sebagai Kepala Panti Asuha Simpang Tiga tempat korban tinggal juga berprofesi sebagai guru. 

"Sudah lama terdakwa ini melakukan perbuatan kejinya kepada korban. Kurang lebih tujuh tahun sejak korban masih berumur tujuh tahun," ujar Robert, seusai persidangan, Rabu (15/7/2020).

Kasus ini terungkap dari laporan korban yang diwakilkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (P3APM) Kota Medan.

Delisah, pendamping korban dari Dinas P3APM mengatakan, WL sejak usia enam tahun sudah tinggal di Panti Asuhan Simpang Tiga. Selama umur 7-13 tahun, dia menjadi korban pencabulan terdakwa hingga trauma berat.

"Perbuatan terdakwa ini sangat kejam," katanya.


Editor : Donald Karouw