Ustaz Abdul Somad dan Wagub Sumut Teken Prasasti Pembangunan Masjid di Deliserdang

Stepanus Purba ยท Selasa, 11 Agustus 2020 - 08:45 WIB
Ustaz Abdul Somad dan Wagub Sumut Teken Prasasti Pembangunan Masjid di Deliserdang
Wagub Sumut Musa Rajekshah dan Ustaz Abdul Somad menandatangani prasasti peresmian Madrasah Tahfizh Alquran Al Musannif Yayasan Haji Anif di Masjid Al Musannif Komplek Cemara, Deliserdang, Senin (10/8/2020). (Foto: ANTARA)

DELISERDANG, iNews.idUstaz Abdul Somad (UAS) bersama Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara Musa Rajekshah menandatangani prasasti peresmian pembangunan Masjid Al Musannif Desa Siguci Talunkenas. Selain itu juga Pondok Tahfizh Alquran An-Nahl Percut Seituan dan Madrasah Tahfizh Alquran Al-Musannif di Deliserdang.

Penandatanganan prasasti ini berlangsung di Masjid Al Musannif Jalan Cemara, Senin (10/8/2020). Tampak ratusan jemaah masjid, para santri dan orang tua hadir di lokasi. Selain itu juga Wasekjen MUI Pusat Ustaz Tengku Zulkarnain dan Tuan Guru Zulfikar Hajar.

Sebelum penandatanganan prasati, Wagub menyampaikan apresiasi kepada UAS yang hadir sekaligus membubuhkan tandatangannya sebagai Tuan Guru untuk rumah ibadah dan sekolah penghafal Alquran tersebut. 
Dia berharap di masa mendatang, generasi muda yang ada saat ini mampu menjaga Alquran, seiring tantangan zaman yang semakin berat.

"Karena ini masa pandemi Covid-19, jadi kita tidak terlalu banyak mengundang orang. Begitu juga Ustaz Abdul Somad yang hampir selama wabah ini tidak tampil langsung. Ini untuk pertama kali di Sumut. Beliau hadir untuk meresmikan rumah tahfizh dan juga masjid di Talunkenas Deliserdang," katanya.

Niat membangun rumah tahfizh, lanjut Wagub agar sarana belajar bagi anak-anak usia muda semakin bertambah, khususnya pendidikan agama Islam. 

Karena itu dia berharap pembangunan ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat lain yang memiliki kemampuan untuk melakukan hal yang sama dengan tujuan mendidik generasi muda dalam menghafal sekaligus memahami isi Alquran.

“Doakan kami agar ke depan sekolah tahfizh ini semakin banyak. Anak-anak nanti secara ilmu agama harus punya pondasi yang kuat. Karena dengan ilmu dan amal soleh, masalah apapun, termasuk masalah ekonomi tidak akan bisa menggoyangkan iman seseorang,” ucap ijeck-sapaan akrabnya.

Sementara dalam tausiahnya, UAS menilai langkah membangun rumah tahfizh merupakan satu hal yang patut dibanggakan. Bahkan cerita tentang penghafal Alquran katanya, dapat diambil dari kisah kejayaan Negara Uni Soviet hingga keruntuhannya. Setelah runtuh, muncul para hafizh–hafizhah dari negara-negara yang sebelumnya dikuasai rezim komunis pada masa itu.

"Tumbanglah Uni Soviet, negaranya sekarang Rusia dipimpin Vladimir Putin. Merdekalah negara-negara yang dulu dijajah Uni Soviet itu. Uzbekistan, Tajikistan, Kirgistan, Afghanistan, Kazakhstan dan lainnya. Herannya, dari negara-negara itu, lahir penghafal-penghafal Alquran,” ujar UAS.

Ternyata kata UAS, penduduk muslim membuat ruang bawah tanah untuk mengajarkan anak-anak menghafal Alquran. Namun polanya bukan membaca, karena kondisi gelap. Para generasi muda melakukannya dengan mendengar bacaan Alquran sebagaimana Nabi Muhammad SAW yang juga menerima wahyu melalui pendengaran.

“Maka jangan heran kalau ada anak umur 5 tahun dia bisa hafal Alquran, padahal dia belum bisa membaca. Karena dia mendengar suara. Mudah-mudahan dari Madrasah Tahfizh ini lahir generasi-generasi emas, menggantikan para guru-guru kita yang terdahulu,” kata UAS di hadapan puluhan santri yang hadir.


Editor : Donald Karouw