Gubernur Sumatera Utara dari Masa ke Masa
Tim iNews

JAKARTA, iNews.id - Gubernur Sumatera Utara dari masa ke masa akan menjadi pembahasan berikut. Provinsi dengan 33 kabupaten/kota ini rupanya sudah dipimpin 19 gubernur.

Gubernur Sumatera Utara merupakan kepala daerah tingkat I yang memegang pemerintahan di Sumatra Utara bersama dengan Wakil Gubernur dan 100 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumut. 

Saat ini, gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara dipilih melalui pemilihan umum yang dilaksanakan 5 tahun sekali. 

Berikut Gubernur Sumatera Utara dari Masa ke Masa

1. Sutan Mohammad Amin Nasution

Gubernur Sumatera Utara dari Masa ke Masa, Sutan Mohammad Amin Nasution

Gubernur Sumatera Utara pertama kali yakni Sutan Mohammad Amin Nasution. Dia dilantik oleh Presiden Sukarno sebagai Gubernur Sumatera Utara pada tanggal 19 Juni 1948. 

Pada masa jabatannya, dia mulai mencetak uang daerah untuk provinsi Sumatera Utara, yaitu Uang Republik Indonesia Sumatera Utara (URIPSU, Uang Republik Indonesia untuk Sumatera Utara). Kebijakan ini diterapkan untuk memperbaiki ekonomi yang dilanda perang, dan uang tersebut secara resmi dikeluarkan pada tanggal 1 Maret 1949 dengan tanda tangan Nasution di atasnya. Sayangnya, Nasution mengakhiri masa jabatannya pada 17 Mei 1949.

2. Ferdinand Lumban Tobing

Gubernur Sumatera Utara dari masa ke masa yang kedua yakni Ferdinand Lumbantobing, disingkat sebagai F.L. Tobing. Dia merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia dari Sibolga, Sumatera Utara (Sumut). Dia memulai karirnya sebagai Gubernur Sumatra Utara pada 17 Mei 1949 hingga 14 Agustus 1950. 

Diketahui jika F.L Tobing ini merupakan lulusan sekolah dokter STOVIA pada tahun 1924 dan bekerja di CBZ RSCM, Jakarta. Pada tahun 1943 dia diangkat menjadi Syu Sangi Kai' (DPD) Tapanuli dan juga sebagai Chuo Sangi In (DPP). 

Dia dimakamkan di Desa Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Namanya kini diabadikan untuk Rumah Sakit Umum di Sibolga dan bandar udara di Pinangsori.

3. Abdul Hakim Harahap

Abdul Hakim Harahap menjabat pada tanggal 25 Januari 1951. Harahap dilantik menjadi Gubernur Sumatera Utara oleh Makmun Sumadipradja mewakili Menteri Dalam Negeri Assaat. 

Dia merupakan gubernur definitif pertama di Sumatera Utara, setelah pencabutan jabatan dan pengangkatan Sarimin Reksodihardjo sebagai penjabat gubernur.

4. Sutan Mohammad Amin Nasution

Gubernur pertama Sumatera Utara ini menjabat kembali pada 23 Oktober 1953. Dia mengakhirnya jabatannya pada 12 Maret 1956.

5. Zainal Abidin

Gubernur Sumatera Utara dari masa ke masa  selanjutnya ada Zainal Abidin. Pria dengan gelar Sutan Kumala Pontas ini Gubernur Sumatera Utara ke-5 dari tahun 1956 hingga tahun 1960. 

Sebelumnya, mulai 18 Maret 1956 hingga 25 Januari 1957, dia ditunjuk sebagai penjabat gubernur setelah Sutan Mohammad Amin Nasution.

6. Raja Djundjungan Lubis

Raja Junjungan Lubis merupakan seorang politikus Mandailing Indonesia. Dia memulia karirnya menjadi Bupati Batanggadis, Bupati Tapanuli Tengah, Wali Kota Sibolga. Kemudian dia menjabat Gubernur Sumatera Utara pada 1 April 1960 hingga 5 April 1963.

7. Eny Karim

Gubernur Sumatera Utara dari masa ke masa ada Eny Karim, juga dieja sebagai Eni Karim,seorang pejuang, politisi dan menteri Indonesia. Dia pernah menjabat Menteri Pertanian dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo II. 

Dia menjabat sebagai Penjabat Gubernur Sumatera Utara pada tahun 1963. Dia hanya menjabat empat bulan dari 8 April hingga 15 Juli.

8. Ulung Sitepu

Pencalonan Sitepu sebagai Gubernur Sumatera Utara didukung oleh Fraksi Partai Komunis Indonesia di Sumatera Utara. Dia dilantik sebagai Gubernur pada tanggal 15 Juli 1963.

Selama menjabat sebagai gubernur, Sitepu mendukung penuh penyelenggaraan Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang yang diselenggarakan di Jakarta. 

Dia mulai mengumpulkan dana di Sumatera Utara dan berhasil mengumpulkan Rp50 juta untuk permainan tersebut. Selain bantuan finansial, dia juga menyumbangkan 2.400 botol minuman markisa dan puluhan ulos untuk permainan tersebut.

9. Roos Telaumbanua

P.R. Telaumbanua lahir di Gunung Sitoli, Keresidenan Tapanuli pada 30 September 1919 dengan nama Roos Telaumbanua. Namun, namanya berubah menjadi P. R. (Pendeta Roos). 

Penyingkatan nama ini akibat dari budaya Nias yang menganggap penyebutan nama lengkap seseorang tidak sopan. 

P. R. yang merupakan anak seorang penatua Gereja BNKP Nias, menyelesaikan pendidikan H.I.S di Sigumpulon, Tarutung dan pendidikan MULO juga di Sigumpulon, Tarutung dan HIK di Solo dan Sekolah Pendeta di Gunung Sitoli, Nias. Dia menjabat sebagai Gubenur Sumatera Utara pada  16 November 1965 hingga 31 Maret 1967.

10. Marah Halim Harahap

Mayor Jenderal TNI (Purn) Marah Halim Harahap lahir pada 28 Februari 1921. Dia menjabat Gubernur Sumatera Utara pada periode 1967-1978.

Selepas menjadi Gubernur, dia aktif dalam bidang olahraga di tanah air dengan menjadi pengurus olahraga nasional. Namanya diabadikan menjadi salah satu piala bergilir dalam turnamen sepak bola nasional yakni Piala Marah Halim. 

11. Edward Wellington Pahala Tambunan

Gubernur dari masa ke masa ada Mayor Jenderal TNI (Purn.) Edward Wellington Pahala Tambunan atau lebih dikenal dengan nama E.W.P. Tambunan (sering disalahejakan menjadi Edward Waldemar Pahala Tambunan).

Dia Gubernur Sumatra Utara periode 1978—1983. Jenazahnya dimakamkan di Taman makam pahlawan Kalibata, Jakarta. Tambunan dikenal karena merupakan penggagas salam Sumatra Utara seperti "Horas", "Mejuah-juah", "Njuah-juah", "Ahoi". 

Tambunan juga dikenal karena menduniakan Pesta Danau Toba, pesta budaya terbesar di Sumatera Utara yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

12. Kaharuddin Nasution

Letnan Jenderal TNI (Purn) Kaharuddin Nasution 23 Juli 1925 – 25 September 1990) adalah tokoh politik dan militer Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatra Utara periode 1983–1988 yang terpilih menggantikan EWP Tambunan.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara, dia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Riau dan Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan. Namanya diabadikan menjadi nama stadion di Pekanbaru, Riau.

13. Raja Inal Siregar Letnan Jenderal TNI (HOR) (Purn) 

Raja Inal Siregar merupakan Gubernur Sumatera Utara ke-13. Dia memerintah dari tahun 1988 hingga 1998. Setelah tidak lagi menjabat sebagai gubernur, dia kemudian menjadi anggota DPD dari Sumatra Utara.

Putra pasangan Kario Siregar dan Rodiah Harahap ini lulus Akademi Militer pada tahun 1961. Raja Inal Siregar menyelesaikan pendidikan SD sampai SMA di beberapa tempat di Sumut dan Sumbar.

14. Tengku Rizal Nurdin

Gubernur Sumatera Utara dari Masa ke Masa, Tengku Rizal Nurdin

Gubernur dari masa ke masa selanjutnya ada Mayor Jenderal TNI (Purn) Haji Tengku Rizal Nurdin. Dia  menjabat dari tahun 1998 hingga meninggal dunia pada 5 September 2005. Rizal juga menjabat selama dua periode.

Dia meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat Mandala Airlines pada 5 September 2005 di Medan. Saat itu dia sedang berada dalam perjalanan untuk menghadiri rapat mendadak dengan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta pada malam harinya.

15. Rudolf Pardede

Pardede menggantikan Gubernur Sumatra Utara, Rizal Nurdin yang tewas karena pesawat yang ditumpanginya jatuh pada tanggal 5 September 2005. Sebelumnya dia adalah Wakil Gubernur Sumatra Utara. Dari September 2005 hingga 8 Februari 2006, jabatannya merupakan pelaksana harian Gubernur Sumatera Utara. 

Melalui Keputusan Presiden No. 27/2006, dia akhirnya dikukuhkan sebagai Gubernur.

Sayangnya, sejak 18 Juli 2003, dia telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal Polri atas kasus pemalsuan ijazah yang digunakannya saat mencalonkan diri menjadi kepala daerah.

16. Syamsul Arifin

Dato’ Seri H. Syamsul Arifin merupakan politikus Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur Sumatra Utara sejak 16 Juni 2008 hingga diberhentikan akibat terjerat kasus korupsi pada 21 Maret 2011.

Dalam adat suku Melayu, dia memiliki gelar Datuk Lelawangsa Sri Hidayatullah Putera Melayu Sahabat Semua Suku. Syamsul juga merupakancGubernur Sumatra Utara pertama yang terpilih melalui pemilihan umum secara langsung, seiring dengan perubahan demokratisasi di Indonesia

17. Gatot Pujo Nugroho

Gatot Pujo Nugroho merupakan Gubernur Sumatra Utara sejak 14 Maret 2013. Sebelumnya, Gatot merupakan Plt. Gubernur Sumatra Utara sejak 2011 hingga 2013 menggantikan Syamsul Arifin yang terjerat kasus korupsi. 

Gatot merupakan politikus PKS ini, berduet dengan Syamsul Arifin pada Pemilukada Sumatra Utara 2008 dengan tagline Syampurno. Dalam Pilkada Sumut 2013, dia maju dan menggandeng Bupati Serdang Bedagai, HT Erry Nuradi sebagai wakilnya.

Sesuai hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan nomor urut 5 yang membawa tagline Ganteng ini memenangkan pilkada satu putaran di angka 32,05 persen.

18. Tengku Erry Nuradi

Tengku Erry Nuradi menjabat Gubernur Sumatra Utara periode 2013-2018. Sebelumnya, Tengku Erry dengan wakilnya, Soekirman pernah menjabat sebagai Bupati Serdang Bedagai sejak 5 Agustus 2005 hingga 16 Juni 2013. 

Tengku Erry merupakan kader Partai Golkar Sumatera Utara itu lebih banyak beraktivitas di dunia usaha. Sebagai pengusaha, dia pernah memangku berbagai jabatan, di antaranya Wakil Ketua Kadinda Medan serta Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumut, dan lainnya.

19. Edy Rahmayadi

Gubernur Sumatera Utara dari masa ke masa, Edy Rahmayadi (Foto: Wahyudi Aulia Siregar).

Gubernur Sumatera Utara kini yakni Edy Rahmayadi. Dia berpasangan dengan Musa Rajekshah. Edy merupakan seorang purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Edy Rahmayadi lulusan Akademi Militer tahun 1985. Dia berpengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan sebelumnya adalah Panglima Kodam I/Bukit Barisan. 

Edy Rahmayadi pernah menjabat sebagai Komandan Yonif Linud 100/Prajurit Setia yang bermarkas di Namu Sira-Sira, Langkat, Provinsi Sumatra Utara. dia juga menjabat Pangkostrad menggantikan Jenderal TNI Mulyono.


Editor : Nani Suherni

BERITA TERKAIT