Kemudian dia dan satpam memanjat ke lantai dua rumahnya. Saat memasuki rumah itu, mereka mencium aroma busuk yang menyengat.
"Kami lihat pintu besi masih bisa terbuka dan kami dorong, terbukalah pintunya dan bau busuk tercium dari dalam rumah," katanya.
Setelah pintu rumah Mahira berhasil didobrak, keadaan rumah tampak gelap. Kemudian mereka menelusuri sumber aroma menyengat yang ternyata dari jasad Mahira. Posisi ada di dapur dalam keadaan yang mengenaskan.
"Mohon maaf, kepalanya tinggal tengkorak, kaki kanannya kayak melepuh tapi kaki kiri kayak gosong gitu loh. Kemungkinan kayak luka bakar," ujar Oky.
Pada saat mereka berada di rumah Mahira, tiba-tiba orang tua angkat korban berinisial M datang sama istri yang baru dinikahi.
"Keduanya kayak mulai gerogi. Mereka ini harus bertanggung jawab, kenapa anak gadis ditinggal sendiri di rumah," ucapnya.
Selain itu, di lantai tempat Mahira ditemukan terlihat menguning seperti bekas terbakar. Keluarga lalu melapor polisi dan jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Namun ketika itu ayah angkatnya malah meminta agar jenazah Mahira cepat dikuburkan. Bahkan M juga keberatan jasad Mahira diautopsi.
"Waktu itu saya belum tahu kalau ternyata M itu bukan ayah kandung Mahira. Pada pukul 02.00 WIB atau jam 04.00 WIB dibawa masuk dulu jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dimandikan bilal, baru dimakamkan," ujarnya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait