Setelah pemakaman, dia bertemu dengan ayah kandung Mahira yang bernama Pariono. Saat itu Pariono mencurigai anak kandungnya meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar.
"Kematian ini kok ada kejanggalan, seorang mahasiswi USU yang soleha dan memiliki track record bagus," ucapnya.
Terpisah Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus ini.
"Sudah kami autopsi, sudah kami buat BAP dan kirim hasil autopsi lambung, cairan ke labfor. Kita masih menunggu untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Faidir.
Kapolsek mengaku belum bisa memastikan apakah kematian Mahira mengarah ke pembunuhan.
"Belum dipastikan penyebabnya, kita masih menunggu hasil penyelidikan dari autopsi," ucapnya.
Diketahui, Mahira sejak bayi diasuh pasangan suami istri berinisial YA dan M. Seiring berjalannya waktu, orang tua angkat Mahira tersebut cerai. Kemudian dia tinggal bersama ibu angkatnya, sedangkan ayah angkatnya M menikah lagi.
Pada 2020, ibu angkat Mahira meninggal dunia dan dia tinggal sendiri di rumah warisan tersebut di Komplek Rivera, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait