Polisi saat menemui komunitas skuter listrik di Kota Medan. (Foto : Ist)
Wahyudi Aulia Siregar

MEDAN, iNews.id - Polisi mengeluarkan larangan penggunaan skuter dan otoped di jalan raya Kota Medan. Termasuk di kawasan Lapangan Merdeka yang kini kerap dijadikan tempat berkumpul komunitas skuter dan otoped.

Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Sonny Siregar mengatakan, berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, skuter maupun otoped bukan merupakan kendaraan yang boleh digunakan di jalan raya. Skuter dan otoped hanya boleh digunakan pada lajur khusus atau kawasan tertentu saja.

"Keberadaan skuter listrik, sepeda listrik, hoverboard dan otoped diatur khusus dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI nomor 44 tahun 2020 tentang kendaraan tertentu. Pengoperasian kendaraan tertentu ada di lajur khusus atau kawasan tertentu, bukan di jalan raya," ujarnya, Selasa (12/7/2022).

Polisi mengancam akan memberikan sanksi kepada pengguna skuter dan otoped yang membandel. Itu karena kegiatan ber-skuter dan ber-otoped di jalan raya telah masuk dalam kategori meresahkan warga pengguna jalan.

"Kepada mereka yang menggunakan skuter atau otopet di jalan raya dapat kami kenakan sanksi pasal 282 UU 22 tahun 2009 atau tidak mematuhi perintah atau imbauan polisi," katanya.

Satlantas juga telah memanggil komunitas agar tidak ada lagi penggunaan skuter, otoped di kawasan Lapangan Merdeka maupun jalanan raya. Dalam pertemuan itu, Polrestabes Medan mengimbau dan melarang penggunaan skuter di jalan raya sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009.

"Untuk itu kami imbau kepada seluruh masyarakat, warga Medan agar kita terhindar dari kecelakaan jangan salah menggunakan jalan raya. Jangan menggunakan skuter, otopet dan sebagainya yang tidak diatur dalam ketentuan UU lalu lintas dan angkutan jalan raya," ucapnya.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT