Techbros gelar “Smart Agriculture Solutions Showcase” atau Pameran Solusi Pertanian Cerdas di Humbahas. (Foto: dok Techbros)
Anindita Trinoviana

HUMBANG HASUNDUTAN, iNews.id - Perusahaan inovasi teknologi dalam negeri yang beroperasi di Eropa dan Indonesia, Techbros menggelar “Smart Agriculture Solutions Showcase” atau Pameran Solusi Pertanian Cerdas di Gedung PUPR, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu, 26 Oktober 2022 lalu.

Dalam pameran ini, Techbros bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI turut mengadakan sesi diskusi dengan petani di Kawasan Food Estate Humbahas yang juga didukung oleh Telecom Infra Project (TIP), Telkom University, dan Fortuna Argatech.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menemukan permasalahan dan mendapatkan masukan langsung dari petani dalam rangka mengembangkan produk Smart Agriculture yang sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga ke depannya dapat dihadirkan solusi yang tepat guna mendukung kegiatan petani di Desa Humbang Hasundutan.

Project Manager Techbros Yosua Hutapea menuturkan, pihaknya ingin berperan aktif dalam mendukung program Food Estate Humbahas yang dicanangkan oleh pemerintah melalui Kemenko Marves.

“Bentuk dukungan Techbros adalah dengan menghadirkan solusi untuk smart agriculture, melakukan uji coba langsung di lapangan,” kata Yosua.

Dia juga berharap, semoga uji coba ini akan sukses dan menghadirkan solusi tepat guna dalam bentuk smart agriculture di area Food Estate Humbang Hasundutan.

Solusi Open Wifi

Telecom Infra Project Community Lab Telkom University memasang tiga Open Wifi outdoor yang ditempatkan di Gedung Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kantor PUPR) sebagai solusi internet gratis, sehingga masyarakat dan petani di sekitar gedung dapat mengakses internet dan semua solusi Smart Agriculture yang dibawa oleh Techbros, Telkom University, dan Fortuna Agratech.

Solusi Pertanian Cerdas (Smart Agriculture)

Dalam presentasinya, Yosua memamerkan dua alat sebagai solusi teknologi pertanian, yakni Elang AI Aitelmoo dan Plant Desease Classifier.

“Elang AI Aitelmoo merupakan alat untuk mendeteksi pertumbuhan berat badan sapi dengan computer vision, kesehatan, dan mengendalikan konsumsi makanan sapi. Sedangkan, Plant Desease Classifier adalah alat untuk mendeteksi jenis tanaman, dan penyakit tanaman dari daun yang di-upload dan akan merekomendasikan penanganan ke petani secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Telkom University, Galih Prihartanto memperkenalkan dua alat yang dikembangkan oleh Advanced Creative Networks Research Center (AdCNet) dan Fakultas Ilmu Terapan Universitas Telkom.

Alat pendeteksi nutrisi berbasis IoT dikembangkan oleh AdCNet Research Center Telkom University. Alat ini memanfaatkan sensor NPK dan sensor kelembaban untuk mengambil data unsur hara dalam tanah.

Nutrisi adalah zat anorganik yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Sensor NPK akan mendeteksi kadar Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K), sehingga data tersebut akan diproses oleh mikrokontroler kemudian ditampilkan di layar dan dikirimkan ke pengguna menggunakan IoT. Dengan begitu, petani dapat menentukan jenis perawatan terbaik untuk tanamannya.

(Foto: dok Techbros)

Lalu, Auto Switching Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (Energi Surya dan Angin) dikembangkan oleh Fakultas Ilmu Terapan Universitas Telkom. Sistem pada Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) ini, dilengkapi dengan sensor dan sakelar yang mampu mengatur input pengisian baterai berdasarkan nilai energi listrik terbesar yang dihasilkan dari turbin angin atau surya.

Alat ini juga terhubung dengan aplikasi monitoring berbasis web yang dapat digunakan untuk memonitor dan merekam data tegangan.

Fortuna Argatech, Arifin Ardi memperkenalkan solusi pertanian cerdas yang bisa digunakan petani, yaitu melalui Sistem Pemantauan Tanah Longsor dan Weather Station.

“Landslide Monitoring System adalah alat pendeteksi longsor (kestabilan lereng) yang secara real-time dapat memantau, merekam, serta memberikan notifikasi berupa peringatan dini (early warning systems) bahaya longsor dengan peringatan berupa bunyi sirine, lampu tanda bahaya, serta pemberitahuan via pesan WhatsApp,” ucapnya.

Sedangkan, lanjutnya, weather station mengumpulkan data aktual cuaca di lokasi dan menggabungkannya dengan portal data terpusat untuk menghasilkan prakiraan cuaca yang lebih akurat.

Para petani antusias dengan penjelasan solusi teknologi pertanian dari Techbros, Tel-U, dan Fortuna Argatech. Mereka secara aktif terlibat dalam audiensi dengan memberikan pertanyaan dan umpan balik. Beberapa petani langsung mencoba alat tersebut di lahannya dan berharap solusi yang diajukan bisa segera terwujud.

Di penghujung acara, Field Manager Food Estate Dr Van Basten Panjaitan dari Kemenkomarves mendukung kegiatan ini karena mendukung pembangunan berkelanjutan, serta dapat memberikan efisiensi biaya pertanian dan memudahkan petani. Ini juga merupakan upaya pemerintah untuk terus meningkatkan hasil pangan dari semua sisi, termasuk teknologi.

Van Basten mengatakan, bahwa teknologi tidak akan bisa bergerak tanpa sepengetahuan manusia.

“Transfer ilmu ini diharapkan dapat berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani."


Editor : Anindita Trinoviana

BERITA TERKAIT