5 Nama Rumah Adat Sumatera Utara, Sebagian Besar Sudah Banyak yang Langka

Inas Rifqia Lainufar ยท Rabu, 17 Agustus 2022 - 22:56:00 WIB
5 Nama Rumah Adat Sumatera Utara, Sebagian Besar Sudah Banyak yang Langka
Nama rumah adat Sumatera Utara. Rumah adat Bolon (Foto: Wikipedia)

JAKARTA, iNews.id - Sudah tahukah Anda nama rumah adat Sumatera Utara? Sama seperti provinsi lainnya di Indonesia, Sumatera Utara juga memiliki sejumlah rumah adat.

Hal ini terjadi karena terdapat banyak suku yang mendiami Sumatera Utara. Rumah-rumah tersebut dibangun sesuai dengan fungsi dan kondisi geografis setempat.

Adapun nama rumah adat Sumatera Utara yang patut diketahui adalah sebagai berikut.

Nama rumah adat Sumatera Utara

1.Rumah adat Bolon 

Rumah adat Bolon merupakan tempat tinggal masyarakat Suku Batak di Sumatera Utara. Dulunya, rumah ini hanya digunakan sebagai kediaman para raja.

Ciri khas dari rumah ini adalah ketinggiannya yang mencapai 1,7 meter yang membuatnya tampak begitu megah sebagai rumah panggung. Untuk masuk ke dalam rumah, Anda harus menggunakan tangga di bagian tengah bangunan. 

Di bagian bawah atau kolong rumah yang biasa digunakan sebagai kandang babi, ayam, atau kambing. Sementara itu, terdapat hiasan dari kepala kerbau di bagian atap depan dan ekor kerbau di bagian atap belakang rumah.


2.Rumah adat Bagas Godang

Bagas Godang merupakan tempat tinggal suku Mandailing yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Rumah ini banyak ditemukan di Kabupaten Mandailing Natal dan sebagian di Kabupaten Padang Lawas serta Kabupaten Tapanuli Selatan.

Sama seperti rumah panggung pada umumnya, Bagas Godang berbentuk menyerupai segi empat. Namun ciri khas dari rumah ini terletak pada adanya tiang penyangga yang berjumlah ganjil. 

Terdapat tiga bagian dari rumah ini yang berfungsi sebagai tempat menjaga keamanan, tempat penyimpanan barang sakral, dan tempat penyimpanan bahan makanan dan pertanian.

3.Rumah adat Nias

Rumah adat bagi masyarakat suku Nias terdiri dari dua jenis, yakni Omo Hada dan Omo Sebua. Omo Hada sendiri biasa digunakan sebagai tempat tinggal bagi masyarakat suku Nias, sedangkan Omo Sebua hanya ditempati oleh tetua adat atau bangsawan.

Rumah adat Nias hampir sama dengan rumah panggung lainnya. Namun tentu saja, Omo Sebua terbilang lebih megah dibandingkan Omo Hada. 

Ciri khas dari rumah ini adalah adanya tiang yang terbuat dari kayu nibung berukuran besar dan tinggi dan rumbia. Selain itu, bentuk rumah ini yang lonjong terlihat menyerupai telur.


4.Rumah adat Siwaluh Jabu

Siwaluh Jabu merupakan rumah adat suku Karo.yang banyak mendiami dataran tinggi Karo. Nama Siwaluh Jabu sendiri merujuk pada makna ‘rumah yang dihuni oleh delapan keluarga’.

Pada praktiknya, rumah ini memang dihuni oleh delapan keluarga atau keluarga besar yang memiliki peran masing-masing. Dengan demikian, terdapat pembagian ruangan untuk masing-masing keluarga berdasarkan ketetapan adat.

Karena diperuntukkan bagi keluarga besar, rumah ini memang didesain begitu besar, dimana ketinggiannya bisa mencapai 12 meter. Ciri khas dari Siwaluh Jabu adalah tidak digunakannya paku sebagai pengait kayu dalam membangun rumah.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: