Bukan Jual Aset, Ini Kata AP II Soal Pengelolaan Bandara Kualanamu ke Perusahaan India

Wahyudi Aulia Siregar ยท Jumat, 26 November 2021 - 12:50:00 WIB
Bukan Jual Aset, Ini Kata AP II Soal Pengelolaan Bandara Kualanamu ke Perusahaan India
Bandara Kualanamu (Foto: Dokumentasi AP II/Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II membantah adanya penjualan aset Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara.  Direktur Transformasi dan Portofolio Strategis AP II, Armand Hermawan pun menjelaskan skema pengelolaan oleh perusahaan asal India, GMR Airports. 

Armand Hermawan mengatakan pihaknya memang mengajak GMR Airports Consortium sebagai mitra strategis untuk bersama-sama mengelola dan mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu. GMR Airports Consortium dipilih menjadi mitra strategis setelah melalui serangkaian proses tender secara profesional dan transparan. 

Adapun PT Angkasa Pura II (Persero) dengan GMR Airports Consortium membentuk Joint Venture Company (JVCo) yakni PT Angkasa Pura Aviasi untuk mengelola dan mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu. AP II sebagai pemegang saham mayoritas dengan menguasai 51 persen saham di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara GMR Airports Consortium memegang 49 persen saham. Kemitraan strategis ini bukan transaksi penjualan saham atau penjualan aset Bandara Internasional Kualanamu. 

"Saat ini pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu dilakukan oleh AP II. Sejalan dengan adanya mitra strategis, pengelolaan selama 25 tahun akan dilakukan oleh AP II dan GMR melalui JVCO yang 51% sahamnya dimiliki AP II. Nantinya pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu akan kembali seluruhnya kepada AP II setelah masa kerjasama berakhir," kata Armand dalam keterangan tertulisnya kepada MPI, Jumat (26/11/2021).

"Tidak ada penjualan aset atau penjualan saham Bandara Internasional Kualanamu. Kepemilikan Bandara Internasional Kualanamu beserta asetnya 100 persen tetap milik AP II. JVCo hanya akan menyewa aset kepada AP II untuk dikelola selama 25 Tahun," katanya. 

"Setelah periode kerja sama berakhir, JVCo tidak berhak lagi mengelola Bandara Internasional Kualanamu dan semua aset hasil pengembangan akan dikembalikan kepada AP II. Kemitraan dapat dianggap seperti perjanjian sewa menyewa dengan para tenant di terminal Bandara,” ucapnya lagi. 

Armand menuturkan kemitraan strategis ini merupakan inovasi model bisnis yang menarik minat investasi pihak swasta untuk dapat turut berkontribusi.

“Tujuan dari kemitraan strategis ini adalah mengakselerasi 3E yaitu Expansion the traffic (memperluas penerbangan), Equity partnership (menambah permodalan) dan Expertise sharing (berbagi teknologi dan keahlian), sehingga daya saing Bandara Internasional Kualanamu dapat lebih cepat ditingkatkan,” katanya.

Terkait Expansion the traffic, Armand Hermawan mengungkapkan Bandara Internasional Kualanamu akan dijadikan hub penerbangan internasional khususnya di wilayah barat yang akan mendatangkan banyak penerbangan dari luar negeri ke dalam negeri dan sebaliknya.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: