Butuh Uang Beli HP Belajar Online Anak, Tukang Parkir di Medan Curi Motor

Adi Palapa Harahap ยท Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:30 WIB
Butuh Uang Beli HP Belajar Online Anak, Tukang Parkir di Medan Curi Motor
Pelaku Zulhairin dan seorang rekannya saat beraksi mencuri sepeda motor di Jalan Sisingamangaraja, Medan. (Foto: iNews/Adi Palapa Harahap)

MEDAN, iNews.id - Seorang tukang parkir bernama Zulhairin Ashar ditangkap personel Polrestabes Medan karena mencuri sepeda motor di Jalan Sisingamangaraja, Medan. Pelaku mengaku nekat mencuri karena terdesak untuk membeli handphone (HP) anaknya agar dapat belajar online.

Namun aksi pelaku mencuri motor di sebuah indekos di Jalan Sisingamangaraja Medan terekam kamera CCTV. Dari dua kali percobaan, kedua pelaku berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor.

Dalam rekaman kamera CCTV, aksi pertama pelaku mencuri satu motor di indekos tersebut gagal. Kedua pelaku terlihat kesulitan mematahkan stang kendaraan sehingga mengalihkannya ke motor lain. Di percobaan kedua, pelaku tanpa kesulitan berarti berhasil menguasai motor jenis matic dan kabur.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Medan yang selanjutnya melakukan penyelidikan. Tak membutuhkan waktu lama, Zulhairin Ashar diamankan personel dari Unit Resmob Polrestabes Medan.

Kepada petugas, Zulhairin mengakui seluruh perbuatannya. Dia mengaku nekat mencuri sepeda motor karena perlu uang untuk membiayai sekolah anaknya.

"Saya terima Rp500.000 dari hasil penjualan sepeda motor. Uangnya saya gunakan untuk membeli hp belajar online anak," ucap Zulhairin, Jumat (14/8/2020).

Sementara itu, Kanit Resmob Polrestabes Medan, Iptu Donny Pance mengatakan pelaku mengaku baru pertama kali mencuri sepeda motor.

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku baru pertama kali mencuri sepeda motor. Uang hasil penjualan, diberikan kepada istrinya untuk biaya hidup dan sekolah anak," ucap Donny.

Untuk proses pengembangan, pelaku kini diamankan di Mapolrestabes Medan. Sementara itu, rekan pelaku yang sudah diketahui identitasnya masih dikejar petugas.


Editor : Stepanus Purba