Demo BLT di Madina Rusuh, Polda Sumut: 2 Mobil Dibakar, 6 Polisi Luka-Luka

Ahmad Husein Lubis, Antara · Selasa, 30 Juni 2020 - 00:15 WIB
Demo BLT di Madina Rusuh, Polda Sumut: 2 Mobil Dibakar, 6 Polisi Luka-Luka
Dua mobil satu di antaranya mobil dinas Wakapolres Madina dibakar massa saat unjuk rasa menuntut kades mundur. (Foto: Antara)

MADINA, iNews.id – Dua mobil dibakar dan enam anggota polisi luka-luka saat aksi unjuk rasa yang dilakukan warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), Senin (29/6/2020).

Demonstrasi itu dipicu adanya masyarakat yang tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600.000 yang berasal dari dana desa.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, massa sebelumnya memblokade jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Padang sejak pagi. Pemblokadean jalan yang dilakukan massa pun semakin tidak terkendali.

Massa juga menyerang terhadap personel TNI - Polri yang berjaga-jaga dengan melemparkan kayu dan batu yang ada di bahu jalan.

Massa masih bertahan di balai desa mendesak kepala desa mundur dari jabatannya di Mandailing Natal. (Foto: iNews/Ahmad Husein Lubis)
Massa masih bertahan di balai desa mendesak kepala desa mundur dari jabatannya di Mandailing Natal. (Foto: iNews/Ahmad Husein Lubis)

Selanjutnya, massa membakar sepeda motor, satu unit mobil Suzuki Baleno dan satu unit mobil dinas Wakapolres Madina.

Akibat kejadian ini, sebanyak enam anggota Polres Madina mengalami luka-luka akibat lemparan batu, dan saat ini mendapat perawatan di RSUD Panyabungan.

"Langkah-langkah persuasif dan komunikasi telah dilakukan oleh aparat kepolisian. Bahkan, massa juga ada yang melibatkan anak-anak untuk melakukan aksi tersebut," katanya.

Dia mengatakan, demonstrasi itu dipicu permasalahan BLT. Sekitar 300-an warga yang tidak puas kemudian melakukan unjuk rasa dari sore hingga malam ini.

Dalam orasinya, massa juga menjelaskan bahwasanya Kepala Desa Mompang Julu dinilai tidak transparan dalam pengolahan Dana Desa serta diduga melakukan praktik KKN terhadap kebijakan yang telah dilakukan. "Sehingga massa pun berdemo, sekaligus meminta klarifikasi," ujarnya.

Dalam tuntutannya, lanjut Tatan, massa juga meminta Bupati Madina agar mencabut SK Kepala Desa Mompang Julu, selain meminta penegak hukum agar memeriksa dan menangkap kepala desa mereka itu. Massa juga memblokade jalan.

Hingga pukul 18.00 WIB, massa tak kunjung membubarkan diri. Polisi kemudian meminta warga untuk segera mengakhiri aksinya. Namun, imbauan itu tak dihiraukan.

Massa justru semakin kalap dan membakar dua mobil dan satu sepeda motor. Mobil yang dibakar di antaranya merupakan mobil dinas Wakapolres Madina.

Mereka melempari petugas dengan batu. Aksi itu dibalas petugas dengan tembakan water cannon serta gas air mata ke kerumunan massa.

"Negosiasi sebetulnya sudah dilakukan, namun tidak menemukan titik temu. Tuntutan massa selambat-lambatnya akan diproses selama 5 hari," katanya.

Dalam tuntutannya, warga protes atas ketidaktransparanan penggunaan dana desa, termasuk pembagian bantuan langsung tunai (BLT) selama masa pandemi Covid-19. Karena itu mereka meminta agar Kepada Desa Hendri Hasibuan mundur dari jabatannya.

"Kami minta kepala desa mundur dari jabatannya," ujar seorang komando demo yang diikuti dengan sorakan massa.

Aksi massa ditanggapi Pemerintak Kabupaten Mandailing Natal yang datang ke lokasi. Mereka coba berdialog untuk menenangkan massa warga tersebut.

"Di sini sudah ada Bapak Inspektporat dan nanti tentu akan diperiksa kepala desanya," ujar Sekda Mandailing Natal Gozali Pulungan.


Editor : Kastolani Marzuki