get app
inews
Aa Text
Read Next : Natal di Tengah Bencana, Polri Ubah Posko Pengungsian jadi Tempat Ibadah Sementara

Ekspor Komoditas Pertanian Sumut Tembus Rp20,5 Triliun

Senin, 15 November 2021 - 12:01:00 WIB
Ekspor Komoditas Pertanian Sumut Tembus Rp20,5 Triliun
Ekspor komoditas pertanian Sumut tembus Rp20,5 triliun. (iNews.id)

MEDAN, iNews.id - Ekspor komoditas utama pertanian asal Sumatera Utara sepanjang Januari-Oktober 2021 menembus lebih dari Rp20,5 triliun. Komiditi yang paling banyak diekspor yakni minyak kelapa sawit. 

Berdasarkan data IQFAST Badan Karantina Pertanian, permohonan sertifikasi untuk ekspor 10 komoditas pertanian unggulan asal Sumut  di Karantina Pertanian Belawan selama bulan Januari sampai dengan Oktober 2021 berupa minyak kelapa sawit sebanyak  832,14  ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 12,5 triliun. 

Kemudian kopi biji sebanyak  53 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 3,1 triliun. Pinang biji sebanyak 90,16 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 2 triliun; ampas sawit sebanyak  154,68 ribu ton dengan nilai ekonomis 315 miliar; RBD palm olein dengan volume 46,65 ribu ton dengan nilai ekonomis  Rp 742,8 miliar. 

Infografis Ekspor Komoditas Pertanian Sumut Tembus Rp20,5 Triliun
Infografis Ekspor Komoditas Pertanian Sumut Tembus Rp20,5 Triliun

lalu karet lempengan sebanyak  21,61 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp  522 miliar; kayu karet sebanyak 10,64 ribu m3 dengan nilai  ekonomis Rp 375,7 miliar; kayu oak putih sebanyak  15,63 ribu  m3 dengan nilai  ekonomis  Rp  400,7 miliar; kelapa parut sebanyak  16,13 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 348  miliar; dan RBD palm stearin sebanyak 33,46 ribu ton dengan nilai ekonomis Rp 445,7 miliar.

"Kami mengapresiasi semua pihak yang turut mendukung ekspor komoditas pertanian unggulan Sumut ini sehingga bisa rutin dilakukan selama tahun 2021,” ungkap Andi, Kepala Karantina Pertanian Belawan melalui keterangan persnya (15/11/2021).

Andi mengatakan 10 komoditas ini merupakan komoditas yang rutin diekspor dan juga lebih besar volumenya dibanding komoditas ekspor pertanian lainnya. Dan dengan mengekspor 10  komoditas pertanian tersebut secara rutin, otomatis akan meningkatkan ekspor komoditas pertanian asal Sumut.

"Untuk dapat mengekspor secara rutin, kami selaku  koordinator upaya peningkatan ekspor pertanian di Sumut  mendukung Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (Gratieks) yang digagas oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dengan secara rutin memberikan bimbingan teknis  pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, SPS Measure, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor," ucapnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang menyebutkan bahwa keberhasilan Sumut mengekspor 10 komoditas pertanian secara rutin  merupakan pencapaian penting, karena negara tujuan ekspor tersebut membuat persyaratan yang ketat harus memenuhi persyaratan Import Health Standar (IHS).

Menurut Bambang, sejalan dengan tugas strategis yang diberikan Mentan SYL untuk mengawal Gratieks supaya ekspor komoditas pertanian meningkat, pihaknya akan melakukan penguatan kesisteman perkarantinaan, seperti fasilitas pemeriksaan baik sarana dan prasarana laboratorium serta kemampuan petugasnya untuk dapat memastikan kesehatan dan keamanan produk sesuai protokol ekspor negara mitra dagang.

“Inilah adalah tugas kami untuk mengawal juga memastikan agar kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan harus dipenuhi sehingga terjamin dinegara tujuan, “ ujarnya. 

Editor: Stepanus Purba_block

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut