Fakta Baru Pembunuhan Ayah dan Saudara Kandung di Medan, Pelaku sempat Suguhkan Kopi Beracun

Wahyudi Aulia Siregar ยท Selasa, 31 Agustus 2021 - 15:12:00 WIB
Fakta Baru Pembunuhan Ayah dan Saudara Kandung di Medan, Pelaku sempat Suguhkan Kopi Beracun
Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Plt Kapolsek Medan Barat AKP Tina Pulitawati menyampaikan fakta baru pembunuhan ayah dan saudara kandung di Medan, Selasa (31/8/2021). (Foto: MPI/Wahyudi Aulia)

MEDAN, iNews.id - Fakta baru terungkap terkait kasus pembunuhan di Kota Medan yang dilakukan seorang pemuda terhadap ayah dan saudara kandungnya. Pelaku ternyata sempat meracuni kedua korban, Sabtu (28/8/2021) lalu.

Tersangka Arsyad awalnya pergi ke pasar membeli dua bilah pisau dan racun rumput. Selanjutnya yang bersangkutan kembali ke rumah menyembunyikan pisau tersebut.

Sebelum menikam ayahnya bernama Sugeng dan abang kandungnya Riski Sarbani, pelaku mencampurkan racun rumput ke dalam kopi susu yang akan diminum kedua korban.

"Jadi dibuat kopi susu dengan campuran racun rumput dan diberikan kepada keluarganya," ujar Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Plt Kapolsek Medan Barat AKP Tina Pulitawati di Polrestabes Medan, Selasa (31/8/2021).

Kedua korban meminum kopi yang telah disediakan oleh pelaku. Sementara ibu dan adik-adiknya tak meminum lantaran mencium aroma tak sedap dari minuman tersebut.

Setelah meminum kopi mengandung racun rumput yang disajikan pelaku, ayahnya terlihat muntah-muntah. Saat itu, tersangka langsung mengambil pisau yang telah disembunyikan dalam lemari dan menikam ayahnya.

"Efek dari kopi susu yang diracik racun rumput tersebut, ayah dari tersangka muntah-muntah. Pada saat kejadian tersebut, tersangka mengamati ayahnya yang muntah di luar, selanjutnya mengambil pisau. Langsung tersangka mendekati ayahnya dan menikam pertama di bagian leher, selanjutnya bagian perut  enam kali," ucap Irsan.

Riski yang telah meminum kopi beracun itu melihat adiknya menikam ayah mereka. Dia keluar untuk melerai dan sempat melemparkan helm ke arah pelaku.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: