HMI Minta 4 Pegawai RSUD Djasamen Saragih yang Mandikan Jenazah Perempuan Muslim Dihukum

Dharma Setiawan · Selasa, 29 September 2020 - 19:28:00 WIB
HMI Minta 4 Pegawai RSUD Djasamen Saragih yang Mandikan Jenazah Perempuan Muslim Dihukum
Massa dari HMI berdemonstrasi ke RSUD Djasamen SaragihPematangsiantar, Sumatera Utara, Selasa (29/9/2020). (Foto: iNews/Dharma Setiawan)

PEMATANGSIANTAR, iNews.id – Sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berdemonstrasi di depan RSUD Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Selasa (29/9/2020). HMI memprotes tindakan empat pegawai rumah sakit itu yang melanggar Syariat Islam saat mengurus jenazah pasien terduga Covid-19.

Diketahui, sebelumnya jenazah pasien perempuan suspect Covid-19 bernama Zakia dimandikan oleh empat petugas laki-laki di Instalasi Jenazah RSUD Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar. Kejadian ini menjadi viral setelah suami korban curhat di media sosial.

Menurut mahasiswa, sudah seharusnya petugas memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan jenazah. Perbuatan mereka merupakan bentuk penistaan agama dan telah mengabaikan Syariat Islam, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 18 Tahun 2020.

Buntut dari kejadian tersebut, para mahasiswa mendesak keempat pegawai rumah sakit yang sudah dilaporkan segera diproses secara hukum. Selain itu, pihak rumah sakit juga harus bertanggung jawab.

“Kami meminta Polresta Pematangsiantar untuk segera mempercepat proses hukum terhadap empat pegawai RSUD Djasamen Saragih yang telah melakukan tindakan penistaan agama,” kata koordinator aksi, Fajar Pratama.

Diketahui, akibat persoalan salah urus jenazah ini, suami korban didampingi pengacara Muslim sudah melaporkan kasus dugaan pelecehan dan penistaan agama ini ke polisi. Ada empat laki-laki petugas kamar jenazah RSUD Djasamen Saragih yang dilaporkan karena memandikan jenazah perempuan terduga Covid-19.

RSUD Djasamen Saragih sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada keluarga dan umat Islam serta MUI Pematangsiantar atas kesalahan prosedur dalam pelayanan fardu khifayah yang terjadi pada jenazah perempuan, Minggu (20/9/2020) lalu. Jenazah perempuan ini dimandikan petugas laki-laki.

“RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar akan segera memperbaiki standar operasi pelayanan dalam fardu khifayah. Kami akan berkoordinasi secara intens kepada MUI Pematangsiantar agar pelayan fardu khifayah ke depan sesuai dengan norma,” ujar Wadir II RSUD Djasamen Saragih, Roni Sinaga, Rabu (23/9/2020),

Editor : Maria Christina