Jadi Klaster Terbesar Penyebaran Covid-19, RS Haji Medan Terancam Ditutup

Henri Sianturi ยท Jumat, 14 Agustus 2020 - 20:19 WIB
Jadi Klaster Terbesar Penyebaran Covid-19, RS Haji Medan Terancam Ditutup
Rumah Sakit (RS) Haji di Jalan Williem Iskandar Medan. (Foto : Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Rumah Sakit (RS) Haji di Jalan Williem Iskandar Medan dinilai menjadi klaster terbesar dalam penyebaran Covid-19 di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Tercatat, ada 30 orang tenaga medis yang sudah terpapar. Dua orang di antaranya, yakni dokter Aldreyn Asman dan seorang perawat Rasyidah Ulfah, dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, jumlah tenaga medis yang terpapar virus corona ini belum termasuk pasien maupun keluarga pasien yang tertular dari klaster Covid-19 di RS Haji Medan. Potensi pasien dan pengunjung tertular virus corona dari klaster ini memungkinkan terjadi.

"Kami sudah memberikan berbagai saran dan masukan atas kasus Covid-19 yang sedang terjadi di rumah sakit milik pemerintah ini. Termasuk meminta pihak rumah sakit untuk mengevaluasi sistem kerja tenaga medis, dan bentuk pelayanan yang diberikan kepada pasien maupun pengunjung," ujar Alwi Mujahit Hasibuan, Jumat (14/8/2020).

Alwi Mujahit menyebutkan, standar operasional prosedur (SOP) di rumah sakit itu pun harus ditingkatkan sehingga penyebaran virus tidak semakin meluas. Selain itu, pihak rumah sakit sudah dapat mengambil sejumlah langkah dan kebijakan dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona, termasuk kelemahan yang menimbulkan klaster.

"Kita tidak mau melakukan intervensi atas kasus baru Covid-19 yang terjadi di RS Haji Medan. Namun, kita sudah memberikan saran untuk dipertimbangkan, apakah perlu dilakukan langkah penutupan sementara atau hanya penutupan sebagian. Keputusan ini dapat diambil bila sudah diketahui tingkat penyebaran virus corona," katanya.

Menurutnya, tim dari Dinas Kesehatan Sumut sudah melakukan peninjauan ke RS Haji Medan. Setelah melakukan kunjungan itu, pihaknya meminta pihak rumah sakit untuk memberikan laporan atas kasus penyebaran  Covid-19 di rumah sakit tersebut. Termasuk langkah yang akan diambil untuk mengantisipasi dampak terburuk.

"Mereka sudah memberikan laporan melalui surat resmi atas penanganan dan peristiwa yang sedang terjadi. Namun, laporan yang mereka berikan tidak menjawab persoalan. Jika penyebaran dan penularan virus semakin buruk maka tidak tertutup kemungkinan dibuat keputusan menutup sementara rumah sakit itu," katanya. 

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Whiko Irwan menyampaikan, 30 orang tenaga medis di RS Haji Medan, yang terpapar virus corona tersebut, sudah masuk dalam jumlah 348 orang tenaga medis di Sumut yang dinyatakan positif Covid-19. Sebanyak 12 orang di antaranya merupakan dokter yang meninggal dunia.

"Jumlah 348 orang tenaga medis itu juga bagian dari kasus 5.358 orang yang dinyatakan positif Covid-19, sampai Kamis malam kemarin. Berdasarkan jumlah itu, sebanyak 2.336 orang dinyatakan sembuh dan 237 orang meninggal dunia. Untuk spesimen yang sudah diambil 28.255 orang. Jumlah kasus positif ini dipastikan bertambah karena testing, tracing, dan treatment (3T) secara masif," katanya.

Adapun rincian 348 orang tenaga medis yang terpapar virus corona itu meliputi, 40 orang dokter spesialis, 13 orang peserta pendidikan dokter spesialis (PPDS), 29 orang dokter umum, 207 orang perawat, 29 orang bidan dan 30 orang analis di laboratorium. Sebagian dari mereka yang terpapar sudah sembuh.

Sebanyak 12 orang dokter lain yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona yakni, dokter Sabar Tuah Barus, dokter Ahmad Rasyidi, dr Ucok Martin SpP, dr Irsan Nofi Hardi Nara Lubis SpS, dr Anna Mari Ulina Bukit, dr Aldreyn Asman Aboet SpAN, KIC, dan juga dr Andika Kesuma Putra, SpP (K).

Kemudian, empat orang dokter lainnya yang meninggal karena Covid-19, yakni dr Herwanto SpB dari IDI Kisaran, dr Maya Norismal Pasaribu dari IDI Labuhanbatu Utara, dr M Hatta Lubis SpPD dari IDI Padangsidimpuan, dan dr H Muhammad Arifin Sinaga MAP dari IDI Langkat. 

Di sisi lain, Whiko menyebutkan, angka kesembuhan penderita Covid-19 di Sumut sampai 13 Agustus 2020 meningkat menjadi 42,95 persen, dibanding akhir tahap I penanggulangan Covid-19 Sumut yang hanya 26,11 persen. Demikian pula angka kematian per 9 Agustus 2020, menurun menjadi 4,67 persen, dibandingkan akhir tahap I penanggulangan covid-19 Sumut sebesar 5,93 persen. 

"Angka angka ini menunjukkan kemajuan dalam penanggulangan Covid-19 di Sumut dan menjadi motivasi kita untuk terus konsisten berjuang menanggulangi pandemi Covid-19. Untuk menekan jumlah petugas kesehatan maupun masyarakat terpapar Covid-19, marilah kita semua mendukung perjuangan para petugas kesehatan kita dengan tidak menambah penderita baru Covid-19 di Sumut," katanya.

Menurutnya, peranan masyarakat akan meringankan beban kerja tenaga medis dalam merawat penderita Covid-19. Bila seluruh masyarakat melaksanakan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19, maka bisa menuntaskan pandemi Covid-19 di daerah ini. Caranya dengan disiplin menggunakan masker, jaga jarak interaksi 2 meter, rajin mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir, serta menghindari dari kerumunan orang banyak.


Editor : InewsTv Henri