Kasus 4 Jari Pedagang Putus usai Dibegal Ternyata Rekayasa Korban, Berikut Motifnya

Stepanus Purba ยท Jumat, 15 Mei 2020 - 17:04 WIB
Kasus 4 Jari Pedagang Putus usai Dibegal Ternyata Rekayasa Korban, Berikut Motifnya
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin saat memberikan keterangan terkait dengan rekayasa begal sadis, Jumat (15/5/2020). (Foto: istimewa)

MEDAN, iNews.id- Kasus begal sadis terhadap pedagang perempuan yang menghebohkan warga Kota Medan ternyata rekayasa korban. Hal ini diungkap Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin saat menggelar konferensi pers atas kasus begal yang terjadi, Jumat (1/5/2020) silam.

Kapolda membeberkan, korban yakni Erlina boru Sihombing secara sengaja merekayasa kasus kejahatan tersebut.

"Korban memotong jari tangannya sendiri dengan menggunakan pisau daging. Usai memotong jarinya, dia kemudian memasukkan ke dalam plastik dan membuangnya ke selokan," ujarnya, Jumat (15/5/2020).

Dia mengungkapkan, alasan kenekatan korban hingga memotong jari dan mengarang cerita jadi korban kejahatan lantaran dia terlilit utang dan tak mampu membayar.

"Jadi tersangka ini terlilit hutang. Dia menebas jarinya agar mendapat asuransi dan para pemberi utang merasa iba," katanya

Menurutnya, pengungkapan rekayasa kasus ini setelah opersonel kepolisian melakukan pengecekan CCTV di lokasi korban terkena begal. Hasil penyelidikan dan temuan alat bukti rekaman CCTV maupun saksi-saksi, ternyata tidak ditemukan kesesuaian dengan keterangan korban.

"Setelah investigasi lebih lanjut, diketahui peristiwa kejahatan ini tidak pernah terjadi. Semua rekayasa dari korban. Dan hari ini kami sampaikan Erlina Boru Sihombing resmi menjadi tersangka," ujar Kapolda.

Sebelumnya, Erlina Boru Sihombing menghebohkan masyarakat Kota Medan lantaran diduga menjadi korban pelaku kejahatan jalanan. Saat dibawa ke rumah sakit beberap jarinya putus dan dia mengaku dibegal pelaku yang merampas tas miliknya berisi uang puluhan juta. Erlina yang kini menyandang status tersangka merupakan seorang pedagang cabai di Pasar MMTC di Jalan William Iskandar.


Editor : Stepanus Purba