Kenapa Batak Punya Banyak Marga? Ternyata Ini Sebabnya!

Faqihah Husnul Khatimah ยท Kamis, 22 September 2022 - 14:27:00 WIB
Kenapa Batak Punya Banyak Marga? Ternyata Ini Sebabnya!
Kenapa Batak Punya Banyak Marga? (Foto: Tari Moyo dari Sumatera/Instagram SDNboblol24)

JAKARTA, iNews.id – Kenapa batak punya banyak marga? Suku Batak tercatat memiliki lebih dari 400 marga. Populasi orang Batak yang besar membuat mereka tersebar di seluruh Indonesia.

Suku Batak adalah salah satu pemilik marga terbanyak di Indonesia. Marga merupakan identitas yang ditandai dengan nama keluarga di belakang nama seseorang. 

Namun, ada beberapa etnis di dunia yang menempatkan marganya di depan. Marga turun temurun diwariskan dari nenek moyang sampai keturunan terakhir. 

Pada budaya Minangkabau, marga diturunkan dari pihak ibu. Sementara itu, budaya batak menurunkan marga dari pihak ayah. Marga sangat penting untuk menentukan adat, jodoh, warisan, bahkan cara menyapa.

Kenapa Batak Punya Banyak Marga?

Hubungan kekerabatan suku Batak menganut garis keturunan laki-laki (patrilineal). Sistem ini membuat Batak memiliki banyak marga. Berbeda dengan Minangkabau yang mendambakan anak perempuan, keluarga Batak lebih mengharapkan anak laki-laki yang bisa mewarisi marga mereka.

Batak memiliki enam sub-suku, antara lain Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Pakpak, Batak Angkola, Batak Mandailing, dan Batak Toba. Melalui tarombo (silsilah kekerabatan Batak), diketahui bahwa asal-usul suku Batak dimulai dari Batak Toba. Berkembangnya suku Batak dimulai dari Si Raja Batak. 

Si Raja Batak

Kenapa Batak punya Banyak Marga? Suku Batak (Foto: Dok Humas Sumut)
Kenapa Batak punya Banyak Marga? Suku Batak (Foto: Dok Humas Sumut)

Dalam buku Pustaha Batak Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak karya W. M. Hutagalung disebutkan, asal usul Batak dikisahkan dari Mulajadi Nabolon menciptakan Si Raja Ihat Manisia (laki-laki) dan Siboru Ihat Manisia (wanita). Si Raja Ihat Manisia memiliki tiga orang anak, salah satunya Raja Miokmiok. Anak dari Raja Miokmiok, yakni Engbanua memiliki anak bernama Raja Bonangbonang. 

Kemudian, Raja Bonangbonang memiliki tiga orang anak, salah satunya bernama Guru Tantan Debata. Guru Tantan Debata memiliki satu orang anak, yaitu Si Raja Batak.

Si Raja Batak dipercaya sebagai ujung dari suku Batak. Dia diturunkan di Gunung Pusuk Buhit Danau Toba. Si Raja Batak memiliki dua orang anak, yaitu Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon. Barulah muncul keturunan lain sampai beranak pinak dan melahirkan banyak marga. 

Keturunan Tatea Bulan disebut Lontung dan keturunan Raja Isumbaon disebut Sumba. Kedua marga ini merupakan induk dari marga-marga yang ada di Batak.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: