Kuli Bangunan Tewas Dicangkul di Percut Seituan, Warga: Pelaku Gila karena Sabu

Stepanus Purba ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 17:40 WIB
Kuli Bangunan Tewas Dicangkul di Percut Seituan, Warga: Pelaku Gila karena Sabu
Pelaku Anzar saat diamankan petugas dari lokasi pembunuhan, Kamis (2/7/2020). (Foto: istimewa)

MEDAN, iNews.id - Anzar (27) pelaku pembunuhan terhadap kuli bangunan Dodi Somanto (41) di Jalan Sidumolyo, Gang Gelatik, Pasar 9, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, ternyata memiliki gangguan jiwa. Pelaku merupakan anak pemilik rumah yang mengalami gangguan jiwa akibat ketergantungan narkoba jenis sabu.

"Dia memang kurang waras karena sudah kebanyakan nyabu. Mungkin karena sudah parah jadi gila," kata Mala salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Mala menjelaskan, pelaku dan korban juga tinggal berdekatan. Karena itu, mereka tidak menyangka Anzar nekat membunuh korban dengan mencangkul kepalanya.

"Korban ini merupakan tetangga dekat rumah pelaku ini. Ya Allah enggak tau lah, kok bisa setega itu dia membunuhnya pakai cangkul," ujarnya.

Dodi Somanto alias Andika (41) tewas dengan kondisi mengenaskan setelah kepalanya dicangkul. Korban dianiaya saat bekerja memperbaiki kamar tidur di Jalan Sidumolyo, Gang Gelatik, Pasar 9, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang.

Dari informasi yang dihimpun, korban bersama dengan temannya bekerja merehab dinding kamar rumah milik ibu Lomo (60). Usai istirahat makan siang, korban hendak melanjutkan pekerjaannya.

Saat mengaduk semen di ruang tamu rumah, anak dari pemilik rumah Anzar (27) datang menghampiri korban. Tanpa diketahui sebabnya, Anzar tiba-tiba mencangkul kepala korban hingga meninggal dunia.

Kejadian ini sontak membuat heboh warga sekitar dan melapor ke Polsek Percut Seituan. Mendapat laporan pembunuhan, personel Polsek Percut Seituan menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Setiba di lokasi, jasad korban kemudian dievakuasi petugas menuju Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Sedangkan pelaku yang berada di lokasi diamankan ke Polsek Percut Seituan.


Editor : Stepanus Purba