Mahasiswa Papua Unjuk Rasa Tuntut Dosen Rasis di USU Dicopot
Muryanto menyatakan akan menelaah substansi dari permasalahan. Apakah ada dugaan pelanggaran kode etik atau tidak. Apalagi, substansi dari materi persoalan berkaitan dengan undang-undang dan tuntutan hukum bukan menjadi ranah kampus menyelesaikan
"Rasisme tidak boleh, apapun alasannya itu tidak boleh kita sampaikan yang menyebabkan orang lain tersakiti, apalagi berkaitan dengan Ras. Kita diciptakan oleh Tuhan, semua punya manfaat. Tidak ada alasan apapun, itu adalah sebuah anugerah yang perlu kita syukuri makanya sebagai manusia tidak boleh menyepelekan, menghina satu makhluk yang diciptakan itu dosa," ucapnya.
Diketahui, dugaan rasisme Prof Yusuf Leonard Henuk dilakukan melalui cuitan di akun Twitternya @profYLH. Dalam cuitan itu, dia mencuit kalimat yang ditujukan kepada Pigai. Cuitan ini dibuat Yusuf pada tanggal 2 Januari 2021.
"Pace @NataliusPigai2 beta mau suruh ko pergi ke cermin lalu coba bertanya pada diri ko:"Memangnya @NataliusPigai2 punya kapasitas di negeri ini?".Pasti ko berani buktikan ke @edo751945 & membantah pernyataan @ruhutsitompul yang tentu dapat dianggap salah,” tulis Yusuf L Hanuk sambil menyertakan foto Pigai dengan monyet yang sedang bercermin.
Editor: Stepanus Purba_block