Miliki Senpi dan Bahan Peledak, 3 Nelayan di Batubara Ditangkap Polisi

Fadly Pelka ยท Rabu, 10 Juni 2020 - 14:29 WIB
Miliki Senpi dan Bahan Peledak, 3 Nelayan di Batubara Ditangkap Polisi
Ketiga tersangka saat diamankan di Mapolres Batubara, Selasa (9/6/2020). (Foto: iNews/Fadly Pelka)

BATUBARA, iNews.id - Personel Polres Batubara mengamankan tiga orang nelayan karena memiliki senjata api (senpi) rakitan dan bahan peledak. Ketiga nelayan diamankan ini yakni Hermansyah Tison alias Tison (31), Rahmat alias Amat Lokuk (35), dan Faisal Mirda (34).

Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Bambang G Hutabarat mengatakan, ketiganya ditangkap berawal saat petugas melakukan penggerebekan narkoba di sebuah rumah di Gang Solo, desa Sukamaju, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara, Kamis (21/5/2020).

"Saat itu, petugas hendak menangkap Tison karena terkait penyalahgunaan narkoba, namun dia berhasil melarikan diri," kata Bambang, Selasa (9/6/2020) malam.

Walau gagal mengamankan Tison, petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumahnya. Petugas menemukan satu pucuk senpi rakitan berikut dengan amunisi sebanyak 2 butir di kamar tidur.

Dengan temuan tersebut dikatakan Bambang, Unit Resum Sat Reskrim Polres Batu Bara bersama Unit Reskrim Polsek Labuhan Ruku melakukan penyelidikan. Selang beberapa hari kemudian petugas berhasil meringkus tersangka Hermansyah Tison alias Tison di persembunyiannya.

Kepada petugas, Tison mengaku memiliki senpi rakitan tersebut sejak 20 hari terakhir. Tison mengaku senpi tersebut diperoleh dari rekannya Rahmat alias Amat Lokuk.

Berdasarkan pengakuan Tison, petugas gabungan Sat Reskrim dan serta Unit Reskrim Polsek Labuhan Ruku, melakukan pengejaran dan meringkus Rahmat alias Amat Lokuk juga dari tempat persembunyiannya.

"Untuk mengetahui asal senpi rakitan berikut peluru tersebut, petugas mencecar Rahmat alias Amat Lokuk, sehingga diketahui senpi yang diserahkannya kepada Tison diperoleh dari Faisal Mirda," ucapnya.

Berdasarkan pengakuan Amat Lokuk, tanpa menunggu lama petugas gabungan berhasil meringkus Faisal Mirda. Saat pemeriksaan di Unit Resum Polres Batu Bara, Faidal Mirda mengaku mendapatkan senpi rakitan tersebut dari Andre di Panipahan Riau.

Tersangka mengakui sudah tiga bulan memiliki senpi tersebut, sebelum diserahkan kepada tersangka Rahmat alias Amat Lokuk. Hingga saat ini tim Sat Reskrim Polres Batu Bara masih melakukan pengejaran terhadap Andre.

"Ketiga tersangka dijerat sebagaimana dalam Pasal 1 Ayat 1 Undang Undang Darurat RI No. 12 Tahun 1951," ucapnya.


Editor : Stepanus Purba