Pembangunan RSUD Darurat Covid-19 di Batubara Tanpa Proses Tender

Fadly Pelka ยท Kamis, 11 Juni 2020 - 15:11 WIB
Pembangunan RSUD Darurat Covid-19 di Batubara Tanpa Proses Tender
Proses pembangunan rumah sakit darurat Covid-19 di Kabupaten Batubara (Foto: iNews/Fadly Pelka)

BATUBARA, iNews.id - Pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara menyiapkan kebutuhan infrastuktur penanganan wabah corona. Salah satunya dengan menyiapkan infrastruktur pendukung seperti rumah sakit darurat khusus Covid-19.

Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Batubara melalui tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Batubara mengucurkan anggaran dan tanggap darurat bencana sebesar Rp10 miliar untuk membangun rumah sakit tersebut.

Namun, pembangunan rumah sakit darurat Covid-19 ini dilakukan tanpa proses tender dan konsultasi dengan DPRD Kabupaten Batubara. Pemkab Batubara saat dikonfirmasi juga tidak membantah tidak melaksanakan tender untuk pembangunan rumah sakit darurat Covid-19 tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Batubara Wahid Khusyairi mengatakan, menunjukkan langsung pihak ketiga untuk membangun rumah sakit darurat Covid-19. Walau sudah mengucurkan dana sebesar Rp10 miliar, pihaknya tidak menutup kemungkinan dana tersebut akan kembali bertambah.

"Inikan tanggap darurat jadi apa yang dibangun melihat perkembangan kebutuhan terkait penanganan Covid-19. Bisa saja anggarannya lebih dari Rp10 miliar," kata Wahid, Kamis (11/6/2020).

Dikatakan Wahid, penggunaan dana darurat bencana Covid-19 selain untuk peralatan dan belanja habis pakai dapat dipergunakan untuk membangun infrastruktur yang dipergunakan menangani dampak wabah Covid-19.

Meski begitu Kadis Kesehatan mengakui baru Rp1,5 miliar yang dibayarkan kepada pelaksana. Wahid mengungkapkan mengevaluasi pembangunan infrastruktur di RSUD Batu Bara. Untuk sementara tidak ada penambahan pembuatan infrastruktur baru hingga selesai evaluasi.

"Ini kita lakukan untuk mencegah biaya pembangunan yang terlalu besar sehingga (berpotensi) tidak dapat ditanggulangi pendanaannya," ucapnya.


Editor : Stepanus Purba