Ratusan Bangkai Babi Mengambang, Wisatawan Batalkan Kunjungan ke Danau Siombak

Stepanus Purba ยท Selasa, 12 November 2019 - 19:03 WIB
Ratusan Bangkai Babi Mengambang, Wisatawan Batalkan Kunjungan ke Danau Siombak
Pengelola Wisata Danau Siombak, Mustika Guna Hasibuan, mengeluhkan penurunan jumlah wisatawan akibat bangkai babi yang dibuang ke objek wisata itu, Selasa (12/11/2019). (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id - Ratusan bangkai babi mengambang di Danau Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Medan Marelan, Medan, Sumatra Utara selama dua pekan terakhir. Keberadaan bangkai hewan ternak ini menyebabkan wisatawan menunda berkunjung ke salah satu objek wisata di Kota Medan itu.

Pengelola Wisata Danau Siombak, Mustika Guna mengatakan, kemunculan bangkai babi di Danau Siombak sudah sejak bulan lalu. Namun, intensitasnya semakin banyak sepekan belakangan.

“Sudah tiga minggu. Awalnya kami coba atasi sendiri. Namun seminggu terakhir, jumlahnya semakin banyak dan menjadi viral di media sosial,” kata Mustika Guna, Selasa (12/11/2019).

Mustika mengungkapkan, keberadaan bangkai babi di Danau Siombak berdampak negatif terhadap kunjungan wisatawan. Tidak sedikit wisatawan yang membatalkan kunjungan. “Ada sekitar 10 yang sudah membatalkan pesanan, sudah meng-cancel,” ucapnya.

Selain pembatalan bookingan tempat, Mustika juga mengatakan jumlah kunjungan wisatawan ke Danau Siombak juga semakin berkurang hingga mencapai 30 persen. Pasalnya, rata-rata kunjungan wisatawan ke Danau Siombak setiap akhir pekan bisa mencapai 1.300-1.500 orang. “Namun sejak ada bangkai babi, kunjungan hanya sekitar 700-900 orang. Turun sekitar 30 persen,” ucapnya.

Tak hanya itu, dia juga menyesalkan informasi tentang bangkai babi yang tersebar di masyarakat karena terkesan melebih-lebihkan. Itu menjadi salah satu penyebab wisatawan enggan berkunjung ke Danau Siombak.

“Memang benar ada bangkai babi. Namun ada yang bilang menjadi kolera, ada yang bila wabahnya seperti flu monyet. Itu yang buat wisatawan jadi takut ke sini. Karena akan sangat mengerikan kalau mereka terkena virus itu,” katanya.

Mustika mengatakan, berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan Pemkot Medan, keberadaan virus dari bangkai babi tidak akan menyerang manusia. Dia pun berharap Pemerintah Provinsi Sumut dan Kota Medan untuk lebih serius menangani bangkai babi di Danau Siombak.

“Dari yang saya lihat, penanganan bangkai babi ini masih banyak yang kurang. Karena hingga saat ini yang mengevakuasi masih kami pribadi,” ucapnya.

Mustika secara khusus berharap agar pemerintah memberikan apresiasi kepada seorang karyawan daerah Wisata Danau Siombak. Sebab, karyawan tersebut selama tiga pekan terakhir mengevakuasi bangkai-bangkai babi tersebut dari Danau Siombak.

”Kalau bisa, tolong apresiasi karyawan kami yang selama tiga minggu terakhir dan hari ini juga masih mengevakuasi bangkai babi dari Danau Siombak,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki