Terancam Hukuman Mati, Ini Motif Tersangka Pembunuh PNS di Nias

Iman Jaya Lase ยท Senin, 12 Februari 2018 - 12:11:00 WIB
Terancam Hukuman Mati, Ini Motif Tersangka Pembunuh PNS di Nias
Tersangka YZ, pelaku pembunuhan PNS di Nias hanya tertunduk saat gelar perkara kasusnya di Mapolres Nias, Senin (12/2/2018). (Foto: iNews/Iman Jaya Lase)

NIAS, iNews.is - Sakit hati karena tidak diberi pinjaman. Itulah yang menjadi motif tersangka pembunuhan YZ yang tega menghabisi nyawa rekan kerjanya sendiri, Amirudin Gulo, seorang Pegawa Negeri Sipil (PNS) yang bertugas sebagai bendahara keuangan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Hiliduho, Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Akibat perbuatannya itu, pelaku terancam dijerat dengan hukuman mati.

Di hadapan polisi, YZ yang bekerja sebagai Kasubag Tata Usaha UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Hiliduho mengaku tega membunuh rekan kerjanya, karena sakit hati tidak diberi pinjaman uang oleh korban. Usai menganiaya korban dengan senjata tajam, pelaku merampas uang yang baru diambil korban dari bank senilai Rp533 juta.

Usai menghabisi nyawa korbannya, YZ pun melarikan diri dan membawa tas milik korban menuju kediaman kerabatnya di Kabupaten Nias Utara. Uang ratusan juta rupiah yang dirampas pelaku dari tangan korban, rencananya akan digunakan untuk membayar gaji ratusan guru di Kecamatan Hiliduho, Kabupaten Nias, Sumatera Utara.

Hanya berselang tiga hari setelah kejadian, pelaku YZ menyerahkan diri ke Polres Nias dengan diantar oleh keluarganya. Namun uang hasil rampokannya tidak dibawa serta. YZ berdalih, dirinya telah dirampok seseorang saat melarikan diri. “Jumlah uangnya saya tidak tahu pasti, yang jelas di atas ratusan ikat,” ucap YZ saat ditanyai wartawan di sela gelar perkara di Mapolres Nias, Senin (12/1/2018) pagi tadi.  

Kapolres Nias, AKBP Erwin Horja Sinaga mengatakan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pihak penyidik Polres Nias mempersangkakan pelaku dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

“Dari penyidikan, tersangka terbukti telah merencanakan aksi kejahatannya sebelumnya. Karenanya tersangka kami jerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup,” kata Erwin.

Sedangkan uang hasil rampasan pelaku yang hingga kini belum diketahui, masih terus diselidiki pihak Polres Nias. Polisi tidak mempercayai begitu saja ihwal pengakuan tersangka YZ yang mengatakan bahwa uang tersebut telah raib dirampas orang tidak dikenal saat dirinya melarikan diri.


Editor : Himas Puspito Putra