Tipu Korban Rp60 Juta Modus Lolos Akmil, TNI Gadungan di Deliserdang Ditangkap

Sindonews, M Andi Yusri · Selasa, 24 Maret 2020 - 14:21:00 WIB
Tipu Korban Rp60 Juta Modus Lolos Akmil, TNI Gadungan di Deliserdang Ditangkap
Oknum TNI gadungan (tengah kaus loreng) usai diamankan. (Foto: SINDOnews/ M Andi Y)

MEDAN, iNews.id - Oknum TNI gadungan berpangkat Mayor diamankan Danpok Bansus Kodim 0201/BS. Dia ditangkap di kawasan Jalan Veteran Pasar 8 Helvetia, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), Senin (23/3/2020).

Penangkapan ini berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan ulah pria bernama Arianto. Dia mengaku anggota TNI dengan pangkat mayor dan bertugas di Mabes TNI.

Saat diamankan, pria tersebut tidak bisa menunjukan kartu tanda anggota (KTA) sebagai anggota TNI. 

Pasi Intel Kodim 0201/BS Mayor Czi Andri Prasetyo Wibowo mengatakan, pelaku dilapokan karena telah memperdaya warga bernama Antoni dengan janji dapat mengurus dan meluluskan masuk Akademi militer (Akmil). Korban bahkan telah membayarkan uang Rp60 juta lebih kepada pelaku.

"Tersangka bernama Arianto yang mengaku berpangkat Mayor. Modusnya, dia mengurus dan menjanjikan korban lulus masuk Akmil," katanya didampingi Ketua Tim Danpok Bansus Kodim 0201/BS Serka Irwan Charles Sitompul kepada wartawan, Senin (23/3/2020) malam.

Korban merasa yakin pelaku Arianto seorang Prajurit TNI karena tersangka sering membawa senjata api.

"Namun kalau untuk senjata api ini belum diketahui apakah senjata softgun atau mancis. Ditambah korban semakin yakin ketika dibawa untuk cek kesehatan di RSU Putri Hijau," katanya.

Selain meminta uang, tersangka Arianto juga telah membawa satu unit sepeda motor Yamaha Scorpio Z nopol BK 5579 LAA yang merupakan milik Antoni dengan dalih mau dipinjam-pakai.

Tidak hanya menipu Antoni, tersangka juga telah menipu warga lainnya bernama Irwan dengan meminta uang belasan juta rupiah untuk keperluan kepengurusan tanah eks HGU PTPN 2 di Binjai dan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang.

"Dari sinilah terungkap tersangka pernah menjadi Satpam PTPN 2 yang bertugas di Kecamatan Batang Kuis selama 7 tahun dan kemudian dipecat," katanya.

Hasil pengembangan, tersangka menjalankan aksinya tidak seorang diri.

"Ada satu lagi rekannya yang masih kami buru karena kabur saat penangkapan. Identitasnya telah dikantongi bernama Ucok," ujar Prasetyo.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka Arianto diserahkan ke Satuan Reskrim Polrestabes Medan.

"Tersangka sudah kita serahkan ke Polrestabes Medan," katanya.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: