Viral, Polisi Naiki Kaca Depan Mobil Angkot karena Nyaris Ditabrak di Pematangsiantar

Dharma Setiawan ยท Rabu, 16 September 2020 - 11:55 WIB
Viral, Polisi Naiki Kaca Depan Mobil Angkot karena Nyaris Ditabrak di Pematangsiantar
Bripka Panal saat menaiki kaca depan mobil angkot yang hendak menabrak dirinya di Jalan Sutomo, kota Pematangsiantar. (Foto: iNews/Dharma Setiawan)

PEMATANGSIANTAR, iNews.id- Sebuah video yang menunjukkan seorang personel polisi bergelantungan di kaca angkot viral di media sosial. Personel kepolisian dari Satlantas Polres Pematangsiantar terpaksa bergelantungan di kaca depan angkot tersebut karena sopir menolak dihentikan petugas.

Dari informasi yang dihimpun, personel yang bergelantungan di kaca depan angkot tersebut adalah Bripka Panal Simarmata. Saat kejadian, Panal tengah bertugas mengurai kemacetan yang terjadi di Jalan Sutomo, Kota Pematangsiantar.

Kemacetan berawal saat dua orang wanita yang diduga mengalami depresi terlibat keributan di Jalan Sutomo. Akibat keributan tersebut, terjadi kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut.

"Saat itu, Bripka Panal mau mengurai kemacetan di Jalan Sutomo. Saat itu, angkot tersebut tidak mengindahkan imbauan petugas untuk maju agar kemacetan terurai," kata Kasat Lantas Polres Pematangsiantar, AKP Muhammad Hasan, Rabu (16/9/2020).

Karena bersikeras tidak mau maju, Bripka Panal kemudian mendatangi angkot tersebut. Namun, setiba di depan angkot tersebut, sang sopir malah memajukan mobilnya.

"Setiba di depan angkot, sang sopir kemudian melawan petugas dengan mengatakan 'mau kau tangkap aku,' sambil menjalankan mobilnya," kata Hasan.

Beruntung, Bripka Panal berhasil melompat dengan menaiki kaca depan mobil menghindari aksi nekat sopir angkot yang hendak menabraknya.

"Bripka Panal bergantungan di kaca depan mobil hanya sekitar 5 meter saja," kata Hasan.

Setelah kejadin tersebut, petugas kemudian memberikan tindakan tegas berupa penilangan kepada sang sopir angkot. Tak hanya itu, sopir angkot tersebut juga sudah mendatangi Polres Pematangsiantar untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.


Editor : Stepanus Purba