MEDAN, iNews.id – Tim Universitas Sumatera Utara (USU) menggunakan aplikasi Turnitin dan Plagiarism Checjer X untuk menyelidiki kasus dugaan plagiat yang menerpa Rektor USU terpilih Muryanto Amin.
Aplikasi itu dinilai mampu melihat kemiripan dan penghitung secara manual kalimat penuh dari sebuah tulisan dengan tulisan lain dalam menentukan praktik plagiat.
"Tujuan penghitungan ini untuk mendapatkan berapa banyak kalimat yang persis sama antara kedua dokumen dan untuk mengetahui kategori peringkat penyimpangan, apakah terjadi penyimpangan rendah, penyimpangan sedang atau penyimpangan berat," ujar Ketua Tim Penelusuran Dugaan Plagiat di USU Dr Jonner Hasugian, dalam keterangannya, Minggu (20/12/2020).
Dia mengatakan, dalam melakukan proses ini, tim menggunakan dua aplikasi pengujian kemiripan (similaritas) sebuah dokumen dengan dokumen yang lainnya yaitu aplikasi Tumitin dan Plagiarism Checker X.
Aplikasi Tumitin mampu mendeteksi tingkat kemiripan sebuah dokumen dengan berbagai dokumen di dunia maya yang terkoneksi dengan dengan internet. Selanjutnya akan menunjukkan kemiripan dokumen dengan tanda warna dan menunjukkan persentase kemiripan dan seluruh kata atau kalimat yang mirip antara dokumen sumber dengan dokumen tujuan.
"Sedangkan digunakan Aplikasi Plagiarism Checker X untuk membandingkan kemiripan dua dokumen dengan dengan cara menyandingkan dokumen sumber dan dokumen tujuan," kata Jonner.
Sebelumnya, kasus dugaan plagiat sebagaimana yang dimuat di berbagai media sosial dan surat kabar beberapa hari belakangan ini, bermula dari informasi di media sosial/saluran elektronik yang beredar luas tentang dugaan plagiat yang dilakukan oleh seorang civitas akademika USU.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait