Keterangan Ahli Forensik soal Penyebab Kematian Hakim Jamaluddin di Persidangan

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone ยท Sabtu, 16 Mei 2020 - 09:15 WIB
Keterangan Ahli Forensik soal Penyebab Kematian Hakim Jamaluddin di Persidangan
Dokter ahli forensik RS Bhayangkara Medan dr Mistar Ritonga. (Foto: Okezone/Wahyudi Aulia Siregar)

MEDAN, iNews.idSidang pembunuhan Hakim Jamaluddin kembali bergulir di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (15/5/2020). Agenda persidangan yakni pemeriksaan ketiga terdakwa serta mendengarkan keterangan saksi ahli seorang dokter forensik yang mengautopsi jenazah korban.

Tidak seperti persidangan sebelumnya yang digelar secara virtual lewat teleconference, kali ini berjalan dengan tatap muka. Ketiga terdakwa masing-masing Zuraida Hanum (41) yang merupakan istri korban serta kedua eksekutor M Jefri Pratama alias Jefri (42) dan M Reza Fahlevi (28) dihadirkan dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Kemunculan ketiganya sempat mengejutkan awak media lantaran mereka memakai setelan baju hazmat putih, sarung tangan dan masker. Bahkan sempat mengenakan pelindung wajah.

Sementara hakim, jaksa penuntut umum (JPU) dan penasihat hukum hanya mengenakan masker. Begitu pula dengan sejumlah saksi ahli yang dihadirkan pada perkara persidangan tersebut.

Dalam persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Erintuah Damanik, diminta keterangan dokter ahli forensik RS Bhayangkara Medan dr Mistar Ritonga. Penjelasannya di depan majelis hakim, Mistar menyebut Jamaluddin meninggal dunia akibat kekurangan oksigen di paru-paru. Selain itu, terdapat luka lebam di bagian wajah dan leher.

“Korban meninggal lemas karena kekurangan oksigen. Udara terhambat masuk ke saluran pernapasan luar, yakni dari hidung dan mulutnya,” ujar Dokter Mistar dalam keterangannya, Jumat (15/5/2020).

Mistar juga mengungkapkan jika korban meninggal dunia kurang dari 6 jam sebelum dia terakhir kali makan. Kesimpulan itu didapat dari makanan yang tersisa di lambung korban.

"Kami masih menemukan sisa makanan di lambung korban. Secara teori kedokteran forensik, artinya dia meninggal dunia kurang dari 6 jam sebelum makan terakhir," katanya.

Sebelumnya, Zuraida, Jefri dan Reza didakwa telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan pidana Pasal 340 KUHPidana dan Pasal 338 KUHPidana jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHPidana. JPU menyatakan mereka telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Hakim Jamaluddin.

Pembunuhan ini bermula dari masalah rumah tangga antara korban dan terdakwa Zuraida Hanum. Zuraida kemudian menghubungi Jefri untuk membantunya menghabisi nyawa suaminya. Jefri kemudian mengajak Reza untuk ikut membantu.

Pembunuhan itu terjadi rumah Jamaluddin dan Zuraida di Perumahan Royal Monaco Blok B pada Kamis (28/11/2019). Usai dibunuh, jasad korban dibuang ke areal perkebunan sawit Dusun II, Desa Sukadame, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang. Warga setempat menemukan mayat korban di lantai bangku tengah mobil Toyota Prado dengan nomor polisi BK 78 HD miliknya.


Editor : Donald Karouw