Terdampak Covid-19, Realisasi Pajak PKB dan BBNKB Sumut Turun Signifikan

Stepanus Purba · Rabu, 20 Mei 2020 - 20:04 WIB
Terdampak Covid-19, Realisasi Pajak PKB dan BBNKB Sumut Turun Signifikan
Kepala Bidang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Sumut Syaiful Bahri. (Foto: Humas Pemprov Sumut)

MEDAN, iNews.id - Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat. Kondisi ini secara langsung berdampak terhadap terkoreksinya realisasi penerimaan pajak daerah di Sumatera Utara (Sumut), yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang menurun signifikan hingga periode Mei 2020.

Kepala Bidang PKB dan BBNKB Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Sumut Syaiful Bahri mengatakan, untuk tahun 2020 target PKB sebesar Rp2,074 triliun kemudian target BBNKB Rp1,541 triliun. Namun, realisasi yang telah dicapai sampai dengan 17 Mei 2020 untuk PKB hanya sebesar Rp720,89 miliar atau 34,75 persen. Sementara BBNKB terealisasi Rp479,2 miliar atau 31,10 persen.

“Dapat kami sampaikan, rata-rata penerimaan realisasi untuk PKB sebelum Covid-19 itu setiap minggu sebesar 2,12 persen, namun setelah Covid-19 hanya 1,43 persen. Begitu juga dengan rata-rata penerimaan BBNKB sebelum efek Covid-19, per minggu itu 1,86 persen. Namun  dalam kondisi sekarang ini rata-rata hanya 1,35 persen. Penerimaan kita menurun lebih dari 50 persen,” ujarnya dalam live streaming melalui akun Youtube Humas Pemprov Sumut yang disiarkan dari Gedung Kantor Gubernur Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (20/5/2020).

Jika dibandingkan penerimaan PKB dan BBNKB dari Januari-Mei 2020 secara signifikan berkurang. Untuk penerimaan PKB Januari sebesar 8,74 persen, Februari 8,62 persen. Kemudian Maret 8,19 persen, selanjutnya April 5,63 persen. Sementara Mei hingga minggu ketiga hanya 3,58 persen.

"Kalau kita lihat data ini jelas penerimaan pajak kendaraan bermotor terus menurun, harusnya rata-rata terealisasi 8,74 persen, tapi di Mei penerimaan pendapatan dari PKB hanya 3,58 persen. Artinya sekitar 60 persen tidak tercapai,” katanya.

Kondisi ini juga sama terhadap penerimaan BBNKB periode Januari-Mei 2020. Dikatakannya penerimaan BBNKB Januari 2020 sebesar 7,02 persen, Februari terealisasi 8,20 persen, Maret kembali menurun 7,41 persen, April terus menurun 5,94 persen. Sementara minggu ketiga Mei penerimaan BBNKB hanya 2,54 persen, harusnya capaian 8,33 persen.

“Artinya, pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap PAD Sumut dari sektor PKB dan BBNKB,” ucapnya.

Mempertimbangkan kondisi ini, maka Tim Anggaran Pemerintah Dareah (TAPD) pada Mei ini akan melakukan revisi terhadap target PKB dan BBNKB. Taget semula yang diprediksi 100 persen diturunkan menjadi 85 persen, terkoreksi hingga 15 persen karena terpangaruh kondisi Covid-19.

Kondisi ini lanjutnya, tentu menjadi persoalan terkait dengan upaya untuk mengoptimalisasikan penerimaan pendapatan daerah khususnya dari sektor PKB dan BBNKB. Namun, pihaknya tetap optimis untuk mengejar bagaimana penerimaan pajak daerah dari sektor PKB dan BBNKB ini dapat dicapai.

Selain itu, BPPRD Sumut juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat melakukan pengesahan STNK dan pembayaran BPKB juga SWDKLJJ melalui aplikasi Samsat Online nasional, sehingga masyarakat bisa membayar tapi tidak harus datang ke kantor Samsat cukup menggunakan aplikasi internet.

Dia menambahkan, telah mengeluarkan kebijakan untuk masyarakat yang terdampak wabah pandemi Covid-19 dengan memberikan keringanan berupa pembebasan denda PKB, BBNKB dan SWDKLJJ untuk tahun berjalan yang jatuh tempo mulai 26 Maret hingga 29 Mei 2020.

Setelah Idul Fitri, BPPRD Sumut akan membuka seluruh sentra pelayanan yang selama ini dibatasi. Pembukaan pelayanan ini dikatakannya akan mengacu kepada SOP penanganan Covid-19. Ini dilakukan mengingat di beberapa kabupaten/kota masyarakat sangat antusias untuk membayar pajak.

“Kami juga sudah menyiapkan untuk mengoperasikan bus keliling sebanyak 11 unit. Usai Idul Fitri, bus ini akan dapat melayani masyarakat hingga ke pelosok. Harapan kami, bus keliling ini nanti dapat mengoptimalisasikan peningkatan pendapatan daerah Provinsi Sumut,” katanya.


Editor : Donald Karouw