Tak Kantongi Izin Tambang, Aktivitas Galian C di Batubara Dihentikan Polisi

Fadly Pelka · Selasa, 19 Mei 2020 - 13:34 WIB
Tak Kantongi Izin Tambang, Aktivitas Galian C di Batubara Dihentikan Polisi
Satu unit ekskavator galian C yang disegel personel dari Satreskrim Polres Batubara di lokasi penambangan di Desa Sukaramai, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara (Foto : iNews/Fadly Pelka)

BATUBARA, iNews.id - Personel Sat Reskrim Polres Batubara menghentikan aktivitas penambangan galian C di Desa Sukaramai, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara. Tak hanya itu, polisi juga menyegel satu unit ekskavator milik penambang yang sehari-hari digunakan untuk mengeruk pasir kuarsa di kawasan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Bambang saat dikonfirmasi membenarkan penghentian aktivitas penambangan tersebut. Dia mengatakan, penghentian aktivitas penambangan dan penyegelan alat berat tersebut karena tidak mengantongi izin galian.

"Ekskavator tersebut disegel karena tidak dapat menunjukkan surat izin galian C. Karena itu kita melakukan penyegelan untuk menghentikan aktivitas galian," kata Bambang, Selasa (19/8/2020).

Bambang mengatakan akan menahan ekskavator tersebut hingga PT Bumi selaku pemilik kawasan memiliki izin untuk melakukan galian C.

"Masih kita segel hingga pihak PT Bumi bisa menunjukkan izin tambang galian C di kawasan ini," ucapnya.

Penutupan galian C di Desa Sukaramai mendapati sambutan positif dari warga Kecamatan Air Putih. Warga mengaku keberadaan galian C menimbulkan keresahan karena dikhawatirkan menimbulkan kerusakan lingkungan.

"Kita senang dengan penghentian galian C ini sudah sepekan lalu. Karena keberadaan C dikhawatirkan merusak lingkungan dan mengeksploitasi lahan warga," kata Andika warga yang tinggal di sekitar lokasi tambang galian C.

Andika menyebutkan galian C tersebut merupakan milik seorang pengusaha yang tinggal di Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara. Selama beraktivitas sebulan terakhir, penambangan pasir dikawasan ini sudah menimbulkan banyak lubang besar.

"Lubang ini tidak pernah ditutup oleh mereka sehingga dikhawatirkan masyarakat menjadi sumber bencana di masa mendatang," ucapnya.


Editor : Stepanus Purba