Akhyar Nasution Emosi Ditanya soal Jam Kerja saat Datang ke Sidang Dzulmi Eldin

Stepanus Purba ยท Kamis, 09 Januari 2020 - 14:54 WIB
Akhyar Nasution Emosi Ditanya soal Jam Kerja saat Datang ke Sidang Dzulmi Eldin
Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution emosi saat ditanya soal kedatangannya ke sidang tipikor yang menghadirkan saksi Dzulmi Eldin sebagai bagian dari jam kerja atau tidak. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution emosi saat ditanya wartawan soal jam kerja ketika mendatangi sidang tipikor dengan menghadirkan saksi Dzulmi Eldin. Ketegangan sempat terjadi hingga akhirnya Akhyar meninggalkan Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (9/1/2020).

Pantauan iNews, Akhyar Nasution datang ke PN Medan pukul 10.00 WIB dan langsung masuk ke Ruang Sidang Cakra Utama. Dia kemudian duduk di samping Dzulmi Eldin. Namun tak beberapa lama, majelis hakim memanggil Eldin untuk duduk di depan menjadi saksi dalam persidangan dengan terdakwa Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Isa Ansyari.

Setelah mengikuti persidangan selama kurang lebih 2 jam, Akhyar ditemani sejumlah ajudan meninggalkan ruang sidang. Awak media yang sudah menunggu kemudian mendekati dan mencecarnya dengan sejumlah pertanyaan.

BACA JUGA: Dzulmi Eldin Hadir sebagai Saksi Kasus Suap Proyek dan Jabatan Pemkot Medan

Dalam keterangannya, Akhyar mengaku kehadirannya hanya untuk menenggok dan agar mawas diri serta berhati hati selama menjabat menjadi wali Kota Medan.

"Aku cuma nengok orang aja. Ini juga menjadi iktibar bagi diriku. Supaya jangan terjadi bagi diriku. Supaya aku jangan salah, itu aja. Aku kan harus belajar terhadap kesalahan kan," ujarnya.

Namun suasana berubah menjadi tegang saat salah satu wartawan menanyakan kehadiran Akhyar di persidangan bagian dari jam kerja atau bukan. Dia menanggapi dingin pertanyaan tersebut dan raut mukanya berubah.

"Kau kerja kan? Ya udah sama-sama kerja kita," katanya kepada wartawan.

Akhyar menegaskan, kedatangannya di persidangan bagian dari belajar agar ke depan tidak berbuat kesalahan serupa.

"Aku kan belajar juga, supaya jangan salah. Itu ya, itu termasuk bagian dari kerja, iya ini jam kerja," ucapnya dengan nada tinggi. 

Karena situasi tak kondusif, dua ajudan tampak coba menenangkan situasi dan membawa Akhyar meninggalkan wartawan. Namun plt wali kota tampak masih menyimpan amarah dan berjalan mundur sambil mencari wartawan tersebut dengan sorot mata tajam.

"Kenapa kau tanya itu," tuturnya sambil meninggalkan PN Medan menuju Kantor Wali Kota Medan di Jalan Raden Saleh.


Editor : Donald Karouw