Pascademo BLT Berujung Bentrok di Madina, Kepala Desa Mompang Julu Mundur

Stepanus Purba · Selasa, 30 Juni 2020 - 11:49 WIB
Pascademo BLT Berujung Bentrok di Madina, Kepala Desa Mompang Julu Mundur
Dua mobil satu di antaranya mobil dinas Wakapolres Madina dibakar massa saat unjuk rasa menuntut kades mundur. (Foto: Antara)

MEDAN,iNews.id - Kepala Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) Hendri Hasibuan mundur pascademo Bantuan Langsung Tunai (BLT) berakhir ricuh, Senin (29/6/2020). Pengunduran diri Hendri Hasibuan ini disampaikan melalui surat pernyataan yang dia tulis dan ditandatangani di atas materai.

"Saya yang bertanda tangan di bawah ini Hendri Hasibuan, dengan ini menyatakan pengunduran diri sebagai kepala Desa Mompang Julu. Demi keamanan dan kenyamanan Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya," tulis Hendri Hasibuan berdasarkan surat pernyataan yang diterima iNews.id, Selasa (30/6/2020).

Dua mobil dibakar dan enam anggota polisi luka-luka saat aksi unjuk rasa yang dilakukan warga Desa Mompang Julu.

Demonstrasi itu dipicu adanya masyarakat yang tidak mendapatkan BLT sebesar Rp600.000 yang berasal dari dana desa.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, massa sebelumnya memblokade jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Padang sejak pagi. Pemblokadean jalan yang dilakukan massa pun semakin tidak terkendali.

Massa juga menyerang terhadap personel TNI - Polri yang berjaga-jaga dengan melemparkan kayu dan batu yang ada di bahu jalan.

Selanjutnya, massa membakar sepeda motor, satu unit mobil Suzuki Baleno dan satu unit mobil dinas Wakapolres Madina.

Akibat kejadian ini, sebanyak enam anggota Polres Madina mengalami luka-luka akibat lemparan batu, dan saat ini mendapat perawatan di RSUD Panyabungan.

"Langkah-langkah persuasif dan komunikasi telah dilakukan oleh aparat kepolisian. Bahkan, massa juga ada yang melibatkan anak-anak untuk melakukan aksi tersebut," katanya.

Dia mengatakan, demonstrasi itu dipicu permasalahan BLT. Sekitar 300-an warga yang tidak puas kemudian melakukan unjuk rasa dari sore hingga malam ini.

Dalam orasinya, massa juga menjelaskan bahwa Kepala Desa Mompang Julu dinilai tidak transparan dalam pengolahan Dana Desa serta diduga melakukan praktik KKN terhadap kebijakan yang telah dilakukan.

"Sehingga massa pun berdemo, sekaligus meminta klarifikasi," ujarnya.

Dalam tuntutannya, massa juga meminta Bupati Madina agar mencabut SK Kepala Desa Mompang Julu. Selain itu massa meminta penegak hukum agar memeriksa dan menangkap kepala desa mereka tersebut.


Editor : Stepanus Purba